• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pemerintah Ajak Diaspora Indonesia Perkuat Human Capital

by Redaksi Asiatoday
August 10, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemerintah Ajak Diaspora Indonesia Perkuat Human Capital

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Diaspora Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat Indonesia di tingkat global. Karena itu, Diaspora dituntut agar berkonstribusi bagi bangsa, salah satunya menjadi agen pembangunan Sumberdaya Manusia (human capital).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan hal itu pada pembukaan Kongres Diaspora Indonesia ke-5 (CID-5) di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

“Sekarang bagaimana pemerintah Indonesia dapat berkolaborasi dengan diaspora. Diaspora dapat menjadi agen pengembangan human capital Indonesia,” kata Retno Marsudi.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Menurut Retno, isu sumber daya manusia (SDM) akan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Indonesia ke depan, dan diaspora merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan SDM Indonesia.

“SDM akan menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Saya mengutip presiden yang berkata bahwa pembangunan SDM menjadi kunci pembangunan Indonesia ke depan. Selain itu, ada perintah dari presiden untuk mendukung diaspora Indonesia,” ujar Retno.

Retno lebih lanjut mengatakan bahwa untuk melibatkan diaspora dalam pengembangan modal SDM Indonesia, hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun data base tentang sebaran dan keahlian diaspora Indonesia.

Pertama, harus ada data tentang keahlian dan sebaran diaspora Indonesia. Data base ini sangat penting. Dengan data itu pemetaan diaspora bisa terlihat dengan jelas.

“Data base itu juga akan sangat membantu untuk mengembangkan sekolah dan pelatihan kejuruan yang sangat diperlukan. Kita berbicara tentang pendidikan yang berorientasi pada keahlian. Jika data sudah ada, akan lebih baik bila kita mendapat para ahli yang berasal dari diaspora Indonesia,” terang Retno.

Retno juga mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan seluruh perwakilan RI di luar negeri terus berupaya untuk menyempurnakan data base yang dimiliki pemerintah RI tentang diaspora Indonesia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Diaspora Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.