• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pemerintah China Denda Alibaba Rp40 Trilun

by Redaksi Asiatoday
April 12, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Fantastis, Alibaba Bukukan Rp429 Triliun di Single Day

Alibaba Olympic Park. ist

ASIATODAY.ID, BEIJING  – Raksasa marketplace China, Alibaba dijatuhi sanksi oleh Pemerintah China karena praktek monopoli pasar.

Sanksi berupa denda senilai 18,23 miliar yuan atau sekitar Rp40,6 triliun dijatuhkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha China (SAMR).

Denda tersebut setara dengan 4 persen pendapatan Alibaba pada 2019.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Penyelidikan dugaan praktik monopoli dilakukan sejak Desember lalu. Fokus penyelidikan adalah praktik pemaksaan tidak langsung, di mana penjual online  harus memilih salah satu platform dan tidak bisa memilih dua-duanya.

SAMR mengatakan praktik tersebut mematikan kompetisi dalam pasar ritel online di China dan melanggar hak-hak pengusaha (merchant) dan konsumen. Menurut SAMR, kebijakan “pilih salah satu” menguntungkan posisi Alibaba sebagai pemimpin pasar dan memberikan keuntungan di atas pesaingnya.

Selain denda, Alibaba juga harus memberikan laporan evaluasi diri dan kepatuhan kepada SAMR selama tiga tahun ke depan.

Dalam keterangan persnya, Alibaba mengatakan menerima denda tersebut dan akan mematuhi keputusan SAMR. Alibaba akan kooperatif selama investigasi dan sudah melakukan evaluasi perusahaan dan memperbaiki sistem internal.

“Alibaba tidak akan mencapai kesuksesan tanpa peraturan dan layanan pemerintah yang baik, pengawasan yang kritis, toleransi dan dukungan dari semua konstituen yang krusial bagi pertumbuhan,” tulis Alibaba dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (12/4/2021). (ATN)

Tags: AlibabaAsia DigitalChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.