• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Penderitaan di Ukraina Meluas, 102 Warga Sipil Tewas akibat Invasi Rusia

by Redaksi Asiatoday
March 1, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Penderitaan di Ukraina Meluas, 102 Warga Sipil Tewas akibat Invasi Rusia

Nasib pengungsi di Ukraina. Dok UNHCR

ASIATODAY.ID, JENEWA – Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau OHCHR Michelle Bachelet mengatakan, negeri Ukraina makin menderita.

Tercatat, 102 warga sipil Ukraina, termasuk 7 anak-anak, tewas sejak Rusia menyerang lima hari lalu.

PBB memperingatkan jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih banyak.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Bachelet mengatakan data organisasi telah mencatat 406 korban sipil di Ukraina, termasuk 102 kematian, sejak Rusia memulai serangan skala penuh pada Kamis (24/2/2022) lalu.

“Sebagian besar warga sipil ini tewas oleh senjata peledak dengan area dampak yang luas. Termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem roket peluncuran ganda, serta serangan udara. Angka sebenarnya, saya khawatir, jauh lebih tinggi,” katanya, Senin.

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM itu mengatakan penderitaan di Ukraina meluas.

“Jutaan warga sipil, termasuk orang-orang yang rentan dan lanjut usia, terpaksa meringkuk di berbagai bentuk tempat perlindungan bom, seperti stasiun bawah tanah, untuk menghindari ledakan,” lanjutnya.

Dia menunjukkan bahwa badan pengungsi PBB telah menghitung 368.000 orang yang melarikan diri dari negara itu sebagai pengungsi. Lebih banyak lagi pengungsi di dalam Ukraina.

“Pikiran saya tertuju pada mereka dan semua orang di seluruh dunia yang menderita,” kata Bachelet.

“Seruan untuk perdamaian dan HAM yang datang dari individu di seluruh dunia memperingatkan kita, bahwa masa depan kita tidak boleh menjadi dunia yang telah terlepas dari kewajiban yang disepakati bersama dari hukum HAM internasional, dan dari Deklarasi Universal HAM,” lanjutnya. (ATN)

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.