• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pengamanan Lemah, Wilayah Laut Indonesia Rawan Diklaim Asing

by Redaksi Asiatoday
June 26, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Sinergi Indonesia dan India Perkuat Poros Maritim

Pengamanan Maritim Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Wilayah Laut Indonesia kerap kali berada dalam ancaman klaim asing karena pengamanan yang lemah dan belum terintegrasi.

Wilayah yang menjadi hot spot klaim asing adalah Selat Malaka dan Laut Natuna Utara.

Menurut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, pengamanan laut di Selat Malaka dan Laut Natuna Utara harus terintegrasi.

RelatedPosts

Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

“Kalau sudah berbicara kedaulatan negara, ini pasti akan menyulut emosi yang tinggi. Kita harus mengelola konstelasi ini. Di satu sisi, kita harus mengelola emosi masyarakat Indonesia, di satu sisi kita harus mengelola gangguan-gangguan terhadap kedaulatan Indonesia,” kata Moeldoko seperti dikutip dari siaran pers KSP, Sabtu (25/6/2022).

Moeldoko memandang, skema pengamanan wilayah perairan belum optimal. Alasannya, karena dilakukan secara parsial. Selain itu, pelaksanaan operasi laut dan patroli bersifat sektoral berbasis isu, dan sementara.

Padahal kata Moeldoko, sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) No. 13/2022 tentang Penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia. Peraturan itu, diyakini dapat mengurai permasalahan tumpang-tindih pengamanan di laut.

“Jadi jangan pernah berpikir kalian bekerja sendirian. Setidaknya ada 18 kementerian/lembaga yang bekerja dalam mengelola batas negara, ini memang tidak mudah. Jadi, KSP akan terus berupaya mencari _bottleneck_ dari situasi yang sulit tersebut,” jelas Moeldoko.

Penguatan keamanan laut di perairan Natuna menjadi salah satu dari 41 proyek besar pembangunan. Anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pengamanan di Natuna sebesar Rp12,2 triliun.

“Presiden Joko Widodo pun memberikan perhatian yang serius terhadap isu pengamanan wilayah perairan perbatasan,” tegasnya. (ATN)

Tags: Indo PasifikMaritim IndonesiaSelat MalakaZEE Natuna UtaraZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • Indonesia Targets Eastern Europe Through Bulgaria
  • Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says
  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.