• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Penuhi Janji, Negara Kaya Donorkan US$100 Miliar untuk Aksi Iklim

by Redaksi Asiatoday
June 24, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Atasi Perubahan Iklim, Inggris Investasi Rp3 Triliun untuk Konservasi Hutan Global

Tropical Rainforest in Indonesia. File: UNDP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengungkapkan bahwa negara-negara kaya telah menunaikan janjinya untuk aksi iklim, setelah terkumpul pendanaan sebesar US$100 miliar dalam KTT Paris pada Jumat (23/6).

Dana ini selanjutnya akan didistribusikan ke negara-negara berkembang untuk program pelestarian keanekaragaman hayati dan perlindungan hutan.

Macron menyampaikan laporan itu dalam panel terakhir pertemuan 40 pemimpin negara di Paris, termasuk para kepala negara asal Afrika, Perdana Menteri China, dan Presiden Brasil.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Dikutip dari Reuters, janji US$100 miliar sebenarnya jauh dari kebutuhan riil negara-negara miskin. Namun, World Bank meminta setidaknya negara-negara kaya mengamankan total US$100 miliar sebagai hak penarikan khusus (SDR) untuk negara-negara rentan.

Dari US$100 miliar SDR yang akan disalurkan kembali, Amerika Serikat (AS) belum mengesahkan undang-undang untuk melepaskan bagiannya, senilai lebih dari seperlima dari keseluruhan.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pemerintahan Biden sedang berupaya mendapatkan persetujuan di Kongres.

“Para pemimpin muak dengan status quo, mereka menginginkan perubahan,” kata Kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala dalam puncak pertemuan tersebut.

“Para pemimpin setuju bahwa berbagai tantangan yang kita hadapi semuanya, terkait kemiskinan, perubahan iklim, dan ketahanan pangan berjalan beriringan. Negara berkembang membutuhkan pembiayaan tambahan dan dapat diakses dan mereka juga menginginkan transisi (iklim) yang adil,” imbuh dia.

Diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan banyak negara miskin jatuh ke dalam kesulitan utang karena dituntut membayar kewajiban mereka meskipun ada guncangan besar di sektor keuangan. (Reuters)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Climate ActionKeanekaragaman HayatiKonservasi Hutan
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.