• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Perbankan di Asia Pasifik Hadapi Risiko Rendah akibat Pengetatan Likuiditas

by Redaksi Asiatoday
May 31, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Terapkan Satu Data Perbankan Mulai 2020

Industri Perbankan. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sektor perbankan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, memiliki risiko yang rendah terhadap pengetatan kebijakan moneter secara global, karena simpanan nasabah yang stabil dan aset likuid yang cukup.

Bank-bank secara global menghadapi pengetatan likuiditas di tengah iklim kebijakan moneter saat ini, ketika arus keluar mengalir setelah sempat menumpuk selama pandemi Covid-19.

Investor pun cenderung lebih menghindari risiko karena tekanan sektor perbankan di Amerika Serikat.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Berdasarkan riset lembaga pemeringkat Moody’s, risiko krisis likuiditas relatif rendah bagi sebagian besar bank di Asia Pasifik.

Penyebabnya, simpanan nasabah perbankan di kawasan tersebut relatif stabil sehingga mendukung berbagai pendanaan perbankan.

Bagi bank-bank di Asia Pasifik, deposito dalam mata uang lokal akan tetap menjadi sumber pendanaan utama. Hal itu membuat ketergantungan mereka terhadap pendanaan skala besar yang peka terhadap aspek kepercayaan lebih terbatas.

“Simpanan bank juga umumnya terperinci dan terdiversifikasi dengan baik, sehingga penarikan dana oleh kelompok pelanggan tertentu tidak mungkin melemahkan seluruh basis simpanan mereka,” demi hasil riset Moody’s yang dipublikasikan pada Selasa (30/5/2023).

Moody’s juga berpandangan bahwa bank-bank di Asia Pasifik memiliki aset likuid dalam jumlah yang cukup untuk menahan tekanan likuiditas.

Sebagian besar aset likuid perbankan itu berupa kas, serta efek yang disimpak untuk diperdagangkan maupun efek pemerintah yang tersedia untuk dijual.

Terdapat tiga negara yang dinilai memiliki risiko pendanaan dan likuiditas lebih besar, yakni Bangladesh, Mongolia, dan Vietnam. Penyebabnya mulai dari penjualan mata uang lokal yang meningkat untuk menutupi kekurangan dolar AS, dana yang terkonsentrasi di suatu sektor ekonomi, hingga aspek pinjaman antarbank dalam negeri.

Perbankan Indonesia mencatatkan pendanaan lebih di atas 70 persen dari deposito. Lalu, seperti yang terjadi di negara-negara Asia Pasifik lainnya, pertumbuhan deposito sempat melejit bahkan hingga di atas 15 persen pada 2020, tetapi melambat akibat Covid-19, sehingga pada 2022 hampir menyentuh 10 persen.

“Bank-bank di Asia Pasifik umumnya mengalami perlambatan dalam pertumbuhan simpanan, yang meningkat tajam selama pandemi karena bantuan darurat, serta karena konsumen dan bisnis membatasi pengeluaran. Aliran dana masuk berkurang karena aktivitas bisnis meningkat, sementara rumah tangga menggunakan sebagian dari tabungan mereka untuk mengatasi kenaikan biaya hidup,” demikian laporan Moody’s. (ATN

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Industri PerbankanMoody
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.