• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Perdagangan Indonesia-India dan AS Surplus, Defisit dari Australia dan China

by Redaksi Asiatoday
June 15, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perdagangan Indonesia-India dan AS Surplus, Defisit dari Australia dan China 1

Aktivitas ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dok Kemenkeu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdagangan Indonesia dengan Australia dan China kurang menggembirakan. Sebaliknya, perdagangan dengan India dan Amerika Serikat (AS) justru surplus.

Badan Pusat Statistik (BPS) Republi Indonesia mencatat, neraca perdagangan Indonesia dengan India surplus sebesar USD1,59 miliar mengungguli Amerika Serikat (AS).

Pada Mei 2021, ekspor Indonesia ke India mencapai USD2,25 miliar sedangkan impor USD663,2 juta.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Perdagangan Indonesia dengan India ini surplus sebesar USD1,59 miliar utamanya untuk bahan bakar, mineral dan berbagai produk kimia,” papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto dalam keterangannya, Rabu (15/6/2022).

Surplus Indonesia dengan AS kini menempati urutan kedua terbesar yaitu USD1,26 miliar berasal dari ekspor USD2,05 miliar dan impor USD791,5 juta. Surplus dengan AS ditopang oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, dan pakaian dan aksesoris/rajutan.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Filipina juga mengalami surplus sebesar USD833,6 juta ditopang ekspor USD922,9 juta dan impor hanya USD89,3 juta. Komoditasnya penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral, serta kendaraan dan bagiannya.

Sebaliknya, neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami defisit sebesar USD535,5 juta dengan Australia karena ekspor USD264,2 juta dan impor USD799,7 juta. Ini utamanya untuk komoditas bahan bakar, mineral serta logam mulia dan perhiasan/permata.

Adapun perdagangan dengan China kini berada di urutan kedua dengan defisit USD479,8 juta berasal dari ekspor USD4,59 miliar dan impor USD5,07 miliar. Defisit karena komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya dan mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya.

“Kemudian, tiga negara yang mengalami defisit terbesar adalah Thailand dengan nilai sebesar USD331,9 juta. Ini utamanya untuk gula dan kembang gula, serta plastik dan barang dari plastik,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia TradeNeraca Perdagangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.