• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Perdagangan Indonesia Surplus dengan AS, Defisit dengan China

by Redaksi Asiatoday
March 15, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
75 Persen Ekspor Indonesia Masih Andalkan Industri Manufaktur

Pelabuhan Petikemas Makassar, pintu ekspor dan impor di Indonesia Timur. Foto : ardylasst

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mencatat, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD3,83 miliar pada Februari 2022.

Nilai ekspor pada Februari 2022 mencapai USD20,46 miliar dan impor sebesar USD16,63 miliar.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, negara penyumbang surplus terbesar dalam perdagangan dengan Indonesia diantaranya Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Perdagangan Indonesia dengan AS mengalami surplus sebesar USD1,86 miliar dengan komoditas penyumbang surplus diantaranya pakaian, aksesoris rajutan dan alas kaki.

Sedangkan surplus perdagangan Indonesia dengan India mencapai USD850,8 juta dengan komoditas penyumbang surplus diantaranya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati.

Sedangkan perdagangan Indonesia dengan Filipina mengalami surplus USD725,9 juta dengan komoditas penyumbang surplus yakni bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya.

Sementara, defisit perdagangan Indonesia terjadi pada sejumlah negara yaitu China, Thailand dan Australia.

“Perdagangan Indonesia dengan China defisit sebesar USD909,4 juta. Komoditas penyumbang defisitnya yaitu mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya. Kemudian, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,” jelas Margo Yuwono saat konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Kemudian defisit perdagangan Indonesia dengan Thailand sebesar USD403,6 juta, di mana komoditas penyumbang defisit terbesar yaitu gula, kembang gula, plastik, dan barang dari plastik.

Sedangkan defisit perdagangan dengan Australia sebesar USD403,6 juta dengan komoditas penyumbang defisit terbesarnya serealia dan bahan bakar mineral.

Secara kumulatif, surplus perdagangan pada Januari-Februari 2022 mencapai USD4,79 miliar.

“Berdasarkan grafik, mulai dari 2017 hingga 2021, surplus di Januari-Februari ini lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya,” terang Margo. (ATN)

Tags: Ekspor IndonesiaNeraca PerdaganganPerdagangan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.