• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Permintaan Tinggi, Jatim Kesulitan Pasok Ikan Patin ke Arab Saudi

by Redaksi Asiatoday
November 17, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Permintaan Tinggi, Jatim Kesulitan Pasok Ikan Patin ke Arab Saudi

ASIATODAY.ID, SURABAYA – Tingginya permintaan ikan patin dari Jeddah, Arab Saudi yang mencapai 225 ribu ton per tahun, membuat Pemerintah Daerah Jawa Timur kewalahan.

Pasalnya, Kabupaten Tulungagung yang menjadi penghasil patin di Jawa Timur sudah tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.

“Sejauh ini kapasitas produksi dan kualitas ikan patin terbaik Indonesia memang berasal dari Tulungagung, Jatim. Saya komunikasi dengan Bupati Tulungagung, ternyata permintaan Patin oleh Arab Saudi sudah tidak mampu dipenuhi oleh petani Tulungagung,” terang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya yang diterima Sabtu (16/11/2019).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Dengan kondisi ini, Khofifah pun mulai menyiapkan strategi baru untuk menjaga keberlanjutan bisnis ini. Ia pun meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim berperan aktif untuk memenuhi permintaan tersebut. Ia berharap ekspor ikan patin ke Arab Saudi tetap terpenuhi.

“Dinas terkait penting untuk mengkomunikasikan dengan kabupaten terdekat. Misalnya Nganjuk, Kediri, Blitar misalnya, supaya rumpun selatan bisa menjadi penguat budidaya patin,” jelas Khofifah.

Selain itu Khofifah juga akan mendorong penyediaan lahan lebih luas untuk budidaya patin di daerah-daerah potensial.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Mochammad Gunawan Saleh, mengatakan bahwa kapasitas produksi ikan patin di Tulungagung sebenarnya sudah tergolong besar. Mencapai 50 ton per hari.

Namun, selain kebutuhan ekspor ke Jeddah untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji mencapai 300-400 ribu ton per tahun, kebutuhan dalam negeri menurutnya juga cukup banyak.

Belum lagi eksportir ikan patin dalam waktu dekat ini juga akan mengembangkan ekspor ikan patin untuk memenuhi kebutuhan jemaah umroh. Maka produksi ikan patin yang dibutuhkan harus meningkat.

“Kami akan mendorong pengembangan budidaya ikan patin ke beberapa daerah seperti Kediri, Blitar, dan Nganjuk. Dengan harapan produksi ikan patin di tiga daerah itu bisa untuk mencukupi kebutuhan ekspor,” kata Gunawan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor Perikanan IndonesiaIkan PatinJawa TimurKerjasama Indonesia-Arab Saudi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.