• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Persediaan Minyak Global Diperkirakan Meningkat 2 Tahun ke Depan

by Redaksi Asiatoday
January 11, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Konflik Minyak dan Krisis Ekonomi Mengancam Stabilitas Kawasan Kurdistan

Kilang minyak. Dok

ASIATODAY.ID, HOUSTON – Persediaan minyak global akan meningkat selama dua tahun ke depan dengan lebih banyak produksi minyak global ketimbang konsumsi, demikian menurut perkiraan dari Administrasi Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/1/2023) dilansir Xinhua.

Sebagian akibatnya, harga minyak mentah akan terus turun, kata EIA dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek (Short-Term Energy Outlook/STEO) Januari.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa produksi global bahan bakar cair akan mencapai rata-rata 102,8 juta barel per hari (bph) pada 2024, naik dari 100 juta bph pada 2022, yang didorong oleh pertumbuhan besar dalam produksi non-OPEC.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Namun demikian, ketidakpastian pasokan minyak Rusia masih akan terjadi, terutama pada awal 2023, ungkap laporan tersebut, seraya memperkirakan konsumsi global bahan bakar cair akan meningkat dari rata-rata 99,4 juta bph pada 2022 menjadi 102,2 juta bph pada 2024.

EIA mengatakan bahwa kekhawatiran yang sedang berlangsung sehubungan kondisi ekonomi global dan pelonggaran pembatasan COVID-19 di China meningkatkan ketidakpastian atas hasil perkiraan permintaannya.

Terkait harga minyak mentah, harga minyak mentah Brent diperkirakan berada di rata-rata US$83 dolar (1 dolar AS = Rp15.500) per barel pada 2023, turun 18 persen dari 2022, dan akan terus turun menjadi US$78 dolar per barel pada 2024 karena persediaan minyak global meningkat, sehingga menekan turun harga minyak mentah.

Harga bensin juga akan turun karena margin penyulingan wholesale dan harga minyak mentah turun, menurut laporan itu, seraya memperkirakan margin penyulingan bensin AS turun sebesar 29 persen pada 2023 dan turun 14 persen pada 2024, yang menyebabkan harga bensin eceran berada di rata-rata US$3,30 dolar per galon pada 2023 dan US$3,10 dolar per galon pada 2024.

Margin penyulingan AS untuk solar diperkirakan turun 20 persen pada 2023 dan 38 persen pada 2024. EIA memperkirakan harga solar eceran berada pada rata-rata sekitar US$4,20 dolar per galon pada 2023, turun 16 persen dari 2022, dan akan terus turun pada 2024, berada di rata-rata mendekati US$3,70 dolar per galon.

Menurut perkiraan EIA, rata-rata harga spot gas alam Henry Hub sedikit di bawah US$5 dolar per juta unit termal Inggris (MMBtu) pada 2023, turun hampir 25 persen dari tahun lalu, seiring turunnya konsumsi domestik dan ekspor gas alam cair (LNG) yang tetap relatif datar.

Pada 2024, harga gas alam akan kembali berada pada rata-rata sedikit di bawah US$5 dolar per MMBtu, dengan produksi gas alam kering melampaui kenaikan ekspor LNG yang dihasilkan dari peningkatan kapasitas ekspor LNG.

Laporan itu memperkirakan produksi gas alam AS di wilayah Permian dan Haynesville akan meningkat dengan rampungnya perluasan infrastruktur pipa pada 2023 dan 2024.

EIA juga memperkirakan bahwa porsi pembangkitan listrik AS dari batu bara akan turun, dari 20 persen pada 2022 menjadi 18 persen pada 2023 dan 17 persen pada 2024. Sebagai kompensasinya, porsi pembangkitan listrik tenaga surya dan pembangkitan listrik tenaga bayu skala utilitas gabungan akan melonjak dari 16 persen pada 2023 menjadi 18 persen pada 2024. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Energy Information AdministrationIndustri Minyak dan Gas
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.