• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pertahanan AS Jebol, Usai Gedung Putih Covid-19 Kini Menyusup ke Pentagon

by Redaksi Asiatoday
October 7, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pertahanan AS Jebol, Usai Gedung Putih Covid-19 Kini Menyusup ke Pentagon

Prajurit mengibarkan bendera AS di Pentagon. Dok

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Kekuatan pertahanan Amerika Serikat (AS) sebagai negara super power di dunia tak mampu membendung penyebaran wabah coronavirus (Covid-19).

Usai wabah Covid-19 menyerang Presiden Donald Trump, pejabat dan staf di Gedung Putih, kini virus mematikan itu menyerang Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon.

Tidak lama setelah Trump kembali beraktivitas usai dirawat, Pentagon mengumumkan anggota Kepala Staf Gabungan, termasuk Jenderal Mark Milley menjalankan karantina mandiri.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Meski demikian, Pentagon memastikan hal itu tidak mengganggu operasional Kementerian Pertahanan AS itu.

“Tidak ada perubahan pada kesiapan operasional atau kemampuan misi Angkatan Bersenjata AS,” kata Departemen Pertahanan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (7/10/2020).

Mereka sebelumnya telah melakukan tes dan hasilnya negatif corona. Akan tetapi mereka kembali diisolasi setelah melakukan kontak dengan wakil komandan Penjaga Pantai, Laksamana Charles Ray, yang dites positif virus corona.

Seorang pejabat Pentagon mengungkapkan, pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat lainnya diantaranya John Hyten, Wakil Ketua Gabungan, Laksamana Michael Gilday, Kepala Operasi Angkatan Laut.

Kemudian Jenderal James McConville, Kepala Staf Angkatan Darat, dan Jenderal Charles Brown, Kepala Staf Angkatan Udara, Jenderal Daniel Hokanson, Kepala Garda Nasional, Jenderal John Raymond, kepala Angkatan Luar Angkasa, serta Jenderal Paul Nakasone, Direktur Badan Keamanan Nasional dan kepala Komando Siber AS.

“Semua telah diuji tanpa hasil positif untuk dilaporkan dan tidak ada yang menunjukkan gejala apa pun,” kata pejabat itu.

Sementara itu, Juru Bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan mereka yang melakukan kontak dengan Ray akan melakukan karantina mandiri.

“Kami sedang melakukan pelacakan kontak tambahan dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai untuk melindungi pasukan dan misi,” kata Hoffman.

“Para pemimpin militer senior tetap mampu menjalankan misi sepenuhnya dan menjalankan tugas mereka dari lokasi kerja alternatif,” jelasnya.

Departemen Penjaga Perbatasan mengungkapkan Ray dinyatakan positif pada hari Senin setelah mengalami gejala ringan dan dikarantina di rumah.

Menteri Pertahanan Mark Esper sedang dalam perjalanan ke luar negeri minggu lalu dan tidak termasuk di antara pejabat Pentagon yang akan diisolasi.

Esper mengambil bagian dalam konferensi tentang masa depan Angkatan Laut AS pada hari Selasa namun tidak memberikan komentar tentang situasi karantina di Pentagon.

Para pejabat senior menilai belum ada peningkatan ancaman AS setelah Trump terinfeksi Covid-19. Tidak ada ancaman baru yang terdeteksi. Tetapi mantan pejabat AS mengatakan pemerintah perlu tetap waspada.

“Kami harus melihat apakah ada musuh global kami yang ingin mengambil keuntungan dari gangguan yang terjadi sekarang,” kata John Brennan, yang menjabat sebagai direktur CIA pasca pemerintahan presiden Barack Obama, di radio NPR.

“Negara seperti China mungkin mencoba melakukan sesuatu di Hong Kong sekarang, atau di Laut China Selatan, sementara Trump fokus pada kesehatannya,” kata Brennan.

Stephen Hadley yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk mantan presiden George W. Bush, juga memperingatkan bahwa “musuh mungkin berpikir bahwa Amerika mungkin terganggu.” (AFP/ATN)

Tags: Amerika SerikatCOVID-19Donald TrumpPentagonWhite House
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.