• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Pertamina Mulai Uji Coba Produksi Green Diesel dan Green Avtur

by Redaksi Asiatoday
January 15, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Proyek Langit Biru Cilacap Dorong Kemandirian Energi Indonesia

Kilang Cilacap milik Pertamina. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap mulai melakukan uji coba produksi green diesel (D100) dan green avtur.

Kedua produk ini berbahan dasar minyak kelapa sawit, sebagai bukti komitmen RU IV memroduksi bahan bakar minyak ramah lingkungan.

Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU IV Cilacap Hatim Ilwan, uji coba D100 dimulai 9-16 Januari 2021.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

“Sedangkan uji coba green avtur sudah dilakukan pada akhir Desember 2020,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/1/2021).

Hatim menerangkan, D 100 menggunakan material RBDPO (Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil), yaitu minyak sawit yang sudah melalui proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak bebas serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan bau. Sedangkan avtur menggunakan RBDPKO (Refined, Bleached and Deodorized Palm Kernel Oil) atau minyak inti kelapa sawit.

Dengan berbagai sarana dan fasilitas yang sudah disiapkan, Pertamina RU IV direncanakan bisa memroduksi BBM D-100 sebanyak 3MB atau 3.000 barel per hari.

”Uji coba ini akan terus berlangsung hingga siap dan aman digunakan sebagai BBM yang bisa digunakan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, persiapan sarana dan fasilitas uji coba antara lain dengan menyiapkan sarana penerimaan minyak sawit melalui dermaga Jetty 67 (dermaga) di komplek kilang menuju tanki RBDPO. Dari dermaga, kemudian disiapkan sarana feed stock (tangki) yang dekat dengan lokasi unit pemrosesan di Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT).

Pengembangan produk D-100 merupakan salah satu bukti komitmen Pertamina mewujudkan produk yang ramah lingkungan, yang bersumber dari energi terbarukan.

Pengembangan produk BBM D-100 diharapkan bisa memberikan efek positif yang lebih luas, antara lain bisa menekan impor minyak mentah yang bersumber dari energi fosil.

Sedangkan untuk green avtur, uji coba produk ini untuk memastikan kualitasnya.

“Secara komersial produk ini belum akan dijual ke pasar. Apa yang kami lakukan ini sebagai bukti nyata komitmen menjalankan amanat undang-undang, untuk mengoptimalkan produk domestik yang ramah lingkungan, dalam hal ini minyak sawit,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanGreen AvturGreen DieselPertamina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.