• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

PLN Pasok Listrik dari EBT untuk Smelter Nikel ATS di Palu

by Redaksi Asiatoday
September 26, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Resmi Beroperasi, ‘The Anugrah Smelter’ Siap Produksi Feronikel 144 Ribu Ton Per Tahun

Bupati Morowali, Taslim saat meresmikan Smelter Feronikel PT Anugerah Tambang Sejahtera (ATS). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT PLN (Persero) memasok 170 megavolt ampere (MVA) dari pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) kepada PT Anugerah Tambang Smelter di Palu.

Pasokan listrik dari pembangkit berbasis energi hijau itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Perjanjian Jual Beli Renewable Energy Certificate (PJBREC) antara PT Anugerah Tambang Smelter dengan PLN.

Renewable Energy Certificate (REC) merupakan layanan PLN berupa pengakuan penggunaan EBT dalam pasokan listriknya. REC itu merupakan bukti dari kepemilikan sertifikat standar internasional terkait produksi tenaga listrik yang dihasilkan dari pembnagkit listrik berbasis EBT.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara (Sulmapana) PLN,
Syamsul Huda, mengatakan bahwa pasokan 170 MVA untuk PT Anugerah Tambang Smelter (ATS) merupakan jumlah yang listrik yang besar di Palu.

Pasalnya, saat ini beban puncak kelistrikan di subsistem di Palu sebesar 150 megawatt (MW), dan masuknya pasokan untuk ATS sebesar 146 MW akan membuat beban puncak di wilayah itu naik hingga dua kali lipat.

Huda menuturkan, pasokan 170 MVA itu juga bisa menarik 1.500 orang tenaga kerja di pemurnian nickel pig iron tersebut. Pasokan itu sendiri akan digunakan ATS untuk meningkatkan produksinya di 2023.

“Proses pekerjaan konstruksi dalam rangka pemenuhan penyaluran tenaga listrik ATS akan berlangsung lebih kurang 20 bulan sejak penandatanganan PJBTL dan PJBREC,” kata Huda melalui keterangan resmi, Minggu (26/9/2021).

PLN berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri baterai dari hulu hingga hilir. PLN juga telah bermitra dengan puluhan smelter, dengan kebutuhan daya hingga 6.761 MVA di hilir.

Selain itu, PLN juga akan mendukung pasokan listrik ke pabrik baterai untuk mobil listrik di hilir.

Secara terintegrasi, perkembangan industri baterai akan menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik tanah air yang selaras dengan program electrifying lifestyle PLN. PLN juga telah menyiapkan stasiun isi daya oleh mobil listrik di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama ATS Edy Santy mengatakan bahwa penandatanganan PJBREC merupakan salah satu upaya perusahaan mendukung visi Indonesia menjadi negara produsen baterai yang berkiblat pada energi ramah lingkungan.

ATS pun akan menggelontorkan investasi hingga US$600 juta untuk membangun pabriknya dalam dua tahap.

“Bersama dengan PLN, pabrik kami yang pertama 4×36 MW, dan tahap kedua dengan penambahan yang sama. Seluruhnya menggunakan energi terbarukan melalui produk yang menjadi unggulan PLN saat ini, yaitu REC,” imbuh Edy.

Dia pun optimistis keberadaan ATS dapat berkontribusi dan memberikan efek positif bagi perekonomian dan masyarakat di sekitar Palu.

Selain serapan tenaga kerja, beroperasinya smelter milik perusahaan juga akan berdampak kepada pendapatan negara maupun pemerintah daerah, serta mendorong munculnya pusat perekonomian baru. (ATN)

Tags: Anugerah Tambang SmelterHilirisasi NikelPLN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.