• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Polisi Incar Sejumlah Aktor Gerakan Reformasi Kerajaan di Thailand

by Redaksi Asiatoday
September 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ribuan Mahasiswa di Thailand Kepung ‘Government House’ Tuntut PM Mundur

Aksi demonstrasi mahasiswa menuntut Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, mundur. Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Pasca gerakan demonstrasi besar-besaran menuntut reformasi di Thailand, sejumlah aktivis pro-demokrasi kini jadi target aparat.

Pasalnya, Kepolisian Metropolitan Bangkok menyatakan sedang mempersiapkan berbagai sangkaan untuk menjerat 16 pemimpin demonstrasi anti-pemerintahThailand  yang digelar akhir pekan lalu tersebut.

Melansir Bangkok Post, Selasa (22/9/2020), wakil komisaris Kepolisian Bangkok, Mayor Jenderal Sukhun Prommayon mengatakan bahwa sangkaan akan diajukan terhadap 16 aktivis, yang berada dalam tiga kelompok.

RelatedPosts

Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengorganisir demonstrasi tanpa mendapatkan izin.

Kelompok kedua terdiri dari orang-orang yang mengundang orang lain untuk mengikuti unjuk rasa melalui semua jalur.

Kelompok ketiga, orang-orang yang berbicara dari podium saat demonstrasi.

Polisi telah menyadur naskah pidato mereka, dan materinya dinilai tidak pantas.

Selain menyiapkan tuduhan tersebut, polisi juga akan mengambil tindakan hukum terhadap para demonstran yang memasang plakat pro-demokrasi di lahan di Sanam Luang pada Minggu (20/9) pekan lalu.

Pengaduan juga diketahui telah dilayangkan oleh Departemen Seni Rupa Thailand. Dalam pengaduan itu, para demonstran dinilai melanggar Undang-Undang Monumen Kuno, Barang Antik dan Museum Nasional, yang melarang perubahan apa pun pada area warisan.

Aksi yang digelar Sabtu (19/9) sore waktu setempat dimulai dengan jalan kaki.

Aksi kali ini dipelopori oleh ribuan mahasiswa, menuntut Perdana Menteri Prayuth Chan-O-Cha mengundurkan diri dan menuntut reformasi kerajaan.

“Kami berjuang untuk lebih banyak demokrasi. Rencananya bukan untuk menghancurkan monarki, tetapi untuk memodernisasi, menyesuaikannya dengan masyarakat kita,” kata Panusaya Sithara Wattanakul, aktivis mahasiswa terkemuka.

Aksi massa dilaporkan dimulai di Universitas Thammasat, sebelum pindah ke lapangan Sanam Luang yang terletak di depan istana kerajaan.

Demonstrasi itu diperkirakan menjadi yang terbesar sejak kudeta 2014, dimana aktivis dari kalangan mahasiswa mengharapkan kehadiran lebih dari 50 ribu pendukung.

Pada Minggu, para pengunjuk rasa menempelkan plakat di lapangan Sanam Luang. Plakat yang ditempel menyatakan bahwa negara adalah milik rakyat, bukan milik Raja Thailand.

Plakat itu ditanam di dalam sebuah lubang yang telah dibuat sebelumnya, tak lama setelah matahari terbit. Namun, belum satu hari, pada Senin (21/9) plakat tersebut telah raib. (ATN)

Tags: Reformasi ThailandThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership
  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.