• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pompeo: China Diktator yang Rapuh, Tak Bisa Jadi Pemimpin Global

by Redaksi Asiatoday
January 1, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS akan Tutup Pusat Kebudayaan China di Seluruh Kampus

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto: Kedubes AS

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengecam pengadilan China yang memenjarakan aktivis pro demokrasi Hong Kong saat mencoba melarikan diri dengan perahu.

Hal itu menunjukkan wajah asli Beijing kepada warganya dan dunia.

“Sebuah rezim yang mencegah rakyatnya sendiri untuk pergi tidak dapat mengklaim kebesaran atau kepemimpinan global. Ini hanyalah kediktatoran yang rapuh, takut pada rakyatnya sendiri,” kata Pompeo, dikutip dari CNA, Jumat (1/1/2021).

RelatedPosts

Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government

Pengadilan di Shenzhen pada Rabu (30/12) memenjarakan 10 aktivis demokrasi Hong Kong hingga 3 tahun penjara, setelah mereka mencoba melarikan diri dengan speedboat ke Taiwan, sebuah negara demokrasi dengan pemerintahan sendiri yang diklaim oleh Beijing,

Hukuman atas penyeberangan perbatasan ilegal muncul ketika China menekan perbedaan pendapat di Hong Kong, memberlakukan undang-undang keamanan yang ketat meskipun sebelumnya berjanji untuk menjamin sistem terpisah di bekas koloni Inggris dan pusat keuangan Asia itu.

Pompeo, kritikus vokal terhadap Beijing, menyerukan agar 12 orang yang ditangkap pada Agustus lalu dalam upaya mereka guna melarikan diri ke Taiwan untuk “segera dibebaskan tanpa syarat.”

Kasus itu “sekali lagi menyingkapkan kebrutalan Beijing, mengabaikan secara terang-terangan perjanjian internasional yang telah ditandatangani, dan penghinaan terhadap hak-hak rakyat Hong Kong,” sebut Pompeo.

Pompeo, yang akan meletakkan jabatannya pada 20 Januari nanti setelah kekalahan Donald Trump dalam pemilihan presiden, telah menjadikan Beijing sebagai musuh global, dan berjanji untuk mengakhiri beberapa dekade upaya AS untuk melibatkan kepemimpinan komunis. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion
  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.