• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

PPI dan ESRO Food Group Belanda Jalin Kerjasama Imbal Dagang

by Redaksi Asiatoday
October 24, 2021
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Varian Delta di Asia Hambat Rantai Pasokan dan Geliat Ekonomi Eropa

Aktivitas ekspor dan impor ke Uni Eropa. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) sepakat menjalin kerja sama imbal dagang dengan ESRO Food Group (EFG) Netherlands. Kedua pihak telah menandatangani MoU yang dilaksanakan secara virtual di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) Digital Edition.

MoU ditandatangani Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati, dan Director Esro Food Group Johannes Gerardus Rooijackers.

PPI bertindak sebagai badan pelaksana imbal dagang di Indonesia dan Esro Food Group merupakan badan pelaksana imbal dagang di Belanda. Keduanya akan segera menyusun kontrak kerja sama terkait nilai transaksi dan teknis pelaksanaan imbal dagang.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Penandatanganan juga dihadiri secara virtual oleh Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, Plt Dirjen Daglu Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana, Dirfas Eksim, Kemendag Marthin, dan Atdag KBRI di Den Haag Sabbat Christian Jannes Sirait.

“Kesepakatan ini tidak hanya meningkatkan hubungan dan kerjasama perdagangan bilateral ke langkah selanjutnya, tetapi berkontribusi mendorong nilai perdagangan di rantai global dan membantu memulihkan ekonomi dunia di tengah pandemi covid-19,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/10/2021).

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait peningkatan dan percepatan dalam kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional Indonesia, potensi pasar ekspor harus mendapatkan perhatian yang serius.

Penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial mesti dipercepat. Ini adalah agenda prioritas karena menurut Presiden, di masa-masa seperti ini Indonesia membutuhkan pasar ekspor baru.

“Kami sangat berharap hal ini menjadi salah satu momentum yang baik sebagai akselerasi program ekspor PPI dan juga target ekspor nasional, dengan terus upaya membuka pasar Indonesia di negara-negara tujuan ekspor nontradisional sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi dengan adanya pandemi covid-19,” ujar Direktur Utama PPI  Nina Sulistyowati.

Sebelumnya, EFG menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan imbal dagang produk daging dan turunannya dengan dengan produk perikanan Indonesia. Beberapa produk daging dari EFG yang rencananya akan didatangkan ke Indonesia, yaitu HS 05040000, HS 02062990, HS 02022090, HS 02021000, HS 02022030, dan HS 02022090.

Sementara Mayerfas menyampaikan, Kedutaan Besar di Den Haag menyambut baik upaya peningkatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Belanda melalui skema imbal dagang B2B. Upaya ini dapat berkontribusi mendorong kembali hubungan dagang kedua negara yang terdampak pandemi covid-19.

“KBRI Den Haag sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemendag yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan mendukung penuh penandatanganan MoU sebagai komitmen awal untuk imbal dagang,” ucap Mayerfas.

Menurutnya, Belanda merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Eropa yang dapat berfungsi sebagai hub di pasar Eropa. Negara ini menempati urutan teratas sebagai tujuan ekspor terbesar produk Indonesia di seluruh benua dengan total USD3,6 miliar pada 2020.

“Saat ini, sebagian besar produk ekspor utama Indonesia ke Belanda mencakup minyak sawit dan fraksinya, tekstil, alas kaki, furnitur, rempah-rempah, dan perikanan. Sebaliknya, produk Belanda ke Indonesia mulai dari senjata militer, limbah kertas atau karton, serta produk susu dan olahan makanan lainnya,” imbuh Mayerfas.

Sebelumnya, Kemendag telah memfasilitasi PPI tiga penandatanganan serupa, yakni dengan Meksiko, Rusia, dan Jerman.

Beberapa waktu lalu, PPI kembali mengekspor kopi ke Mesir. Hal tersebut akan PPI jalankan sampai akhir 2021 sebanyak 600 ton. Sebagai info, penandatangan nota kesepahaman imbal dagang dengan Meksiko yang telah dilaksanakan pada September 2021 lalu, dalam waktu dekat juga akan dilanjutkan dengan penandatangan kontrak.

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, beberapa waktu yang lalu melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda Tom de Bruijn, di sela pertemuan para Menteri Bidang Perdagangan dan Investasi G-20 di Sorrento, Italia.

PPI berharap salah satunya dengan rencana kerja sama dengan Esro dapat membuka potensi transaksi antara RI dengan Belanda.

Menurut data Kementerian Perdagangan, produk-produk yang banyak diminati Belanda dan negara Eropa lainnya dari Indonesia di antaranya rotan dan berbagai bumbu dan rempah-rempah.

“PPI melakukan intergrasi yang menyesuaikan strategic direction dengan para pemegang saham, dalam hal ini melalui akses dukungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN. Kami menjadikan pengembangan pasar ekspor ini sebagai strategi inisiatif PPI di holding pangan,” pungkas Nina. (ATN)

Tags: ESRO Food GroupKerjasama Indonesia-BelandaKerjasama Indonesia-Uni EropaPerusahaan Perdagangan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.