• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Presiden Jokowi Ajak Uni Eropa Investasi Hijau di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 19, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jokowi Bertekad Membawa RI Jadi Kekuatan Digital Dunia, Saingi China dan India

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan komitmen dan konsistensi Republik Indonesia (RI) menjadi bagian solusi mengatasi perubahan iklim global.

Jokowi menegaskan hal itu saat menerima Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kebijakan Hijau dan Iklim, Frans Timmermans.

Presiden Jokowi menyampaikan pandangan kepada Uni Eropa soal faktor teknologi dengan harga terjangkau (affordable technology) dan investasi hijau sangat penting bagi semua negara untuk transisi energi. Faktor kerja sama akan menjadi kunci bagi suksesnya transisi energi.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

“Sebagai salah satu pemilik hutan dan ekosistem mangrove terbesar, Indonesia menyadari posisi strategisnya,” kata Presiden Jokowi seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan di Istana Merdeka, Senin (18/10/2021).

Presiden Jokowi menegaskan perubahan iklim dan lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari isu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Artinya, perlu ada keseimbangan antara menjaga alam dan menciptakan pembangunan.

“Keseimbangan ini yang diperlukan dan keseimbangan ini hanya akan tercapai jika kita bekerjasama,” ujar Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah dicapai dalam menangani perubahan iklim. Penurunan emisi 29 persen dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030 disebut berjalan baik sejauh ini.

“Pemenuhan komitmen ini disumbang dari turunnya kebakaran hutan, penurunan emisi hutan dan tata guna lahan, deforestasi hutan yang mencapai tingkat terendah, dan rehabilitasi mangrove yang mencapai 600 ribu hektar,” jelas Retno.

Indonesia, kata Retno, tidak ingin terjebak dalam retorika. Pemerintah memilih bekerja memenuhi pengurangan emisi sebagaimana komitmennya dalam Perjanjian Paris (Paris Agreement). (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-Uni EropaPerubahan IklimSustainable Development Goals
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.