• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presiden Tsai Kecam Taktik Licik Beijing dan Bertekad Pertahankan Kedaulatan Taiwan

by Redaksi Asiatoday
October 10, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Kehilangan Respect, Taiwan Serukan Negara di Asia Bangun Kekuatan Bersama

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Ist

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengecam segala taktik licik beijing yang berupaya secara paksa mengambil alih Taiwan.

Ia bertekad akan membela kedaulatan dan demokrasi Taiwan bersama segenap rakyat di pulau itu.

Pidato yang membakar dan membangkitkan nasionalisme Taiwan itu disampaikan Tsai Ing-wen pada Minggu (10/10/2021).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Tsai menghadapi tantangan yang lebih kompleks dan berat dari sebelumnya, pada saat ketegangan dengan China meningkat.

Taiwan yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya sendiri, telah mendapat tekanan militer dan politik yang meningkat dari Beijing. Tekanan itu termasuk agresi massal empat hari berturut-turut oleh angkatan udara China ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Menurut garis besar pidato hari nasionalnya pada Minggu (10/10), seperti yang dijelaskan kepada Reuters oleh sumber yang diberi pengarahan tentang isinya, Tsai mengatakan Taiwan berada di garis depan membela demokrasi dan menghadapi tantangan rumit dan berat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tsai menegaskan kembali tekad penuh Taiwan untuk mempertahankan diri dan menjaga perdamaian dan stabilitas regional, dan juga menekankan Taiwan tidak akan “maju dengan gegabah”.

“Tetapi ketika menyangkut kedaulatan Taiwan, tidak ada kata mundur,” katanya.

Berbicara sebelumnya pada Sabtu di Beijing, Presiden China Xi Jinping berjanji untuk mewujudkan “penyatuan kembali secara damai” dengan Taiwan.

Tidak secara langsung, Xi menyebutkan penggunaan kekuatan setelah seminggu ketegangan dengan Taiwan yang memicu kekhawatiran internasional.

Taiwan bereaksi dengan marah terhadap pidato tersebut, dengan mengatakan hanya rakyat Taiwan yang memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri, dan mengecam taktik pemaksaan China.

China menolak untuk berbicara dengan Tsai, yang terpilih kembali dengan kemenangan telak tahun lalu dengan janji untuk melawan Beijing, dengan keyakinan bahwa dia adalah seorang separatis.

Tsai mengatakan Taiwan adalah negara merdeka yang disebut Republik Tiongkok, nama resminya. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.