• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Produk Perikanan Indonesia Paling Diminati di Pasar Galobal

by Redaksi Asiatoday
May 23, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Komitmen Jaga Kualitas Tuna yang Diekspor di Pasar Global

Ikan Tuna Indonesia yang diekspor di pasar global. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Peluang ekspor produk perikanan Indonesia, kini makin terbuka di pasar global.

Selain makin diminati di pasar global, produk perikanan Indonesia bisa menikmati tarif 0% ke berbagai negara di dunia.

Terlebih Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan dan meratifikasi perjanjian perdagangan dengan beberapa negara antara lain Indonesia – European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE–CEPA) yang beranggotakan Norwegia, Swiss, Islandia dan Lichtenstein, Indonesia – Mozambique Preferential Trade Agreement (IM-PTA), Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP), dan Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership  Agreement (IK-CEPA).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Dengan adanya perjanjian dagang tersebut, peluang pasar produk perikanan Indonesia semakin terbuka mengingat hambatan tarif semakin menurun bahkan dihapuskan,” jelas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kemneterian Kelautan dan Perikanan (KKO), Artati Widiarti melalui keterangan tertulisnya, dikutip Senin (23/5/2022).

Artati menyampaikan bahwa FAO telah memproyeksikan 90% dari produksi ikan akan dikonsumsi sebagai pangan, tepung ikan dan minyak ikan (8%), dan sisanya non pangan lainnya (2%) pada tahun 2030. Kemudian konsumsi ikan per kapita secara global diproyeksikan mencapai 21,2 kg per kapita pada 2030, naik dari rata-rata 20,5 kg per kapita pada 2018-2020.

Sementara konsumsi ikan akan meningkat di kawasan Asia, Eropa dan Amerika, sementara di Oseania akan tetap stabil dan menurun di Afrika serta konsumsi ikan di China diproyeksikan sekitar 45 kg per kapita pada tahun 2030.

Selain itu, diproyeksikan juga ekspor ikan konsumsi dunia pada tahun 2030 akan mencapai 44 juta ton (setara berat hidup). Dan sekitar 47% ekspor ikan konsumsi dunia akan berasal dari negara-negara Asia.

“Ini gambaran peluang yang sangat sayang kalau kita lewatkan, jadi mari kita optimalkan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Senada, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana menunjukkan produk Indonesia semakin mendapatkan tempat di pasar dunia.

Berdasarkan data sementara BPS (480 kode HS 8 digit produk perikanan), nilai ekspor produk perikanan periode Januari – Maret 2022 mencapai USD1,53 miliar atau naik 21,62% dibanding periode yang sama tahun 2021.

Negara tujuan ekspor utama produk Indonesia meliputi Amerika Serikat sebesar USD727,27 juta atau meningkat 29,60% dibanding periode tahun sebelumnya, China sebesar USD214,39 juta (meningkat 25,32%), Jepang sebesar USD151,62 juta (meningkat 10,08%), ASEAN sebesar USD151,26 Juta (meningkat 12,18%), dan Uni Eropa sebesar USD78,17 juta (meningkat 26,71%).

“Harus disadari produk perikanan kita semakin diminati di pasar dunia,” ungkap Erwin.

Dari sisi komoditas, ekspor utama Indonesia meliputi Udang sebesar USD621,92 juta (40,64% terhadap nilai ekspor total), Tuna-Cakalang-Tongkol sebesar USD189,53 juta (12,39%). Kemudian Rajungan-Kepiting sebesar USD172,56 juta (11,28%), Cumi-Sotong-Gurita sebesar USD154,53 juta (10,10%), Rumput Laut sebesar USD114,26 juta (7,47%).

“Neraca perdagangan produk perikanan periode Januari – Maret 2022 surplus sebesar USD1,39 miliar atau naik 21,78% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Erwin.

Surplus neraca perdagangan produk perikanan dapat terus ditingkatkan sejalan dengan program prioritas KKP yakni pengembangan perikanan budidaya komoditas berorientasi ekspor yaitu udang, kepiting, lobster dan rumput laut.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta jajarannya untuk terus memberikan edukasi terkait produksi hingga pengolahan agar memenuhi standar global.

Dengan begitu, ekspor perikanan Indonesia ke pasar global khususnya AS, Jepang dan China serta Eropa akan terus meningkat. (ATN)

Tags: Ekspor Perikanan IndonesiaIE-CEPAIK-CEPAIM-PTARCEP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.