• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Produksi Vaksin Covid-19, Indonesia Butuh Rp65 Triliun

by Redaksi Asiatoday
August 9, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jerman Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Manusia dalam Jumlah Besar

Vaksin coronavirus (covid-19). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia membutuhkan dana sebesar USD4,5 miliar atau sekitar Rp65,2 triliun untuk memproduksi vaksin Covid-19.

Vaksin sebanyak itu akan diperuntukkan bagi 160 juta sampai 190 juta penduduk Indonesia.

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, setiap orang nantinya akan divaksin sebanyak dua kali. Dengan kalkulasi itu, vaksin yang diproduksi diperkirakan bisa mencapai 380 juta.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kita estimasi, kalau kita anggap saja 300 juta dikali USD15 per satu vaksin berarti sudah USD4,5 miliar,” terang Erick, Jumat (7/82020).

Erick mengungkapkan, kebutuhan anggaran untuk produksi vaksin tersebut telah dibahas dalam rapat kabinet. Kebutuhan dana ini kemungkinan akan bersumber dari alokasi anggaran Kementerian Kesehatan yang mendapat pagu sebesar Rp87,5 triliun.

“Dari anggaran Menteri Kesehatan yang tersisa Rp24,8 triliun, sebagian akan diplot untuk belanja vaksin dulu,” kata Erick.

Sementara BUMN melalui PT Bio Farma telah memproduksi sebanyak 100 juta vaksin. Namun angka tersebut tidak cukup jika dihitung dari jumlah penduduk Indonesia. Karena itu produksi vaksin akan ditingkatkan menjadi 250 juta hingga akhir tahun.

Menurut Erick, pengembangan vaksin kini masuk tahap uji klinis fase ketiga dengan kategori produk halal. Dalam pengembangan vaksin ini, Bio Farma menggandeng Sinovac Biotech Ltd, perusahaan asal China.

Erick juga menjelaskan, ketimpangan antara kebutuhan dan jumlah vaksin yang diproduksi Bio Farma, dapat ditutup oleh swasta. Namun produk vaksin tersebut tidak bisa sembarang dijual karena harus mendapatkan izin dari pemerintah. (ATN)

Tags: Erick ThohirVaksin CoronaVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.