• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Produsen Mobil Listrik China BYD Bangun Pabrik Baru di Thailand

by Redaksi Asiatoday
March 13, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Produsen Mobil Listrik China BYD Bangun Pabrik Baru di Thailand

Produsen kendaraan listrik terkemuka China BYD pada Jumat (10/3) menggelar upacara peletakan batu pertama untuk pabrik mobil pertamanya di Thailand. Foto Xinhua

ASIATODAY.ID, RAYONG – Produsen kendaraan listrik terkemuka China BYD pada Jumat (10/3) menggelar upacara peletakan batu pertama untuk pabrik mobil pertamanya di Thailand, menandai langkah terbaru produsen mobil China tersebut untuk melebarkan sayap di Asia Tenggara.

Pabrik baru tersebut, yang terletak di Zona Khusus Koridor Ekonomi Timur di provinsi pesisir Rayong, diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Thailand dan negara-negara ASEAN sekitarnya, serta kawasan lain.

Sebagai pemain utama di pasar EV global, penjualan kumulatif kendaraan energi baru BYD menembus angka 1,86 juta unit pada 2022, mewakili peningkatan tahunan (year on year/yoy) sebesar 208,6 persen, menurut perusahaan itu.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Mengikuti jejak MG SAIC Motor dan Great Wall Motor, BYD menjadi merek mobil China lainnya yang mendirikan operasi manufaktur di Thailand, pasar yang sudah lama didominasi oleh merek-merek Jepang.

Tahun lalu, BYD membawa model paling populernya, ATTO3, ke Thailand. Liu Xueliang, manajer umum Divisi Penjualan Mobil Asia-Pasifik BYD, menggambarkan penjualan model tersebut sebagai “booming” dengan masyarakat rela mengantre semalaman demi membeli mobil tersebut. Target penjualan 10.000 unit model itu tercapai hanya dalam waktu 42 hari.

Pada hari upacara peletakan batu pertama itu, BYD juga mengadakan upacara pengiriman mobil ATTO 3 unit ke-9.999 dan ke-10.000.

Pabrik tersebut dijadwalkan akan memulai produksinya pada 2024 dengan kapasitas tahunan 150.000 unit kendaraan energi baru.

Investasi BYD di Thailand juga sejalan dengan target pemerintah Thailand untuk membuat 30 persen kendaraan yang diproduksi di negara tersebut menjadi EV pada 2030.

“Keputusan BYD untuk menjadikan Thailand sebagai basis produksinya di kawasan Asia-Pasifik sejalan dengan model ekonomi berbasis hayati, sirkular, dan hijau (bio-, circular and green/BCG) Thailand serta arah pembangunan hijau dan berkelanjutan China,” ungkap Wang Liping, Minister Counsellor bidang ekonomi dan komersial di Kedutaan Besar China di Thailand.

“Langkah ini tidak hanya akan menciptakan lebih banyak peluang kerja dan mendorong pembangunan ekonomi di Thailand, tetapi juga mendorong integrasi yang mendalam antara industri kendaraan energi baru di China dan Thailand,” tambahnya.

Sejumlah pejabat Thailand, termasuk Sekretaris Jenderal Dewan Investasi Thailand Narit Therdsteerasukdi dan Wakil Gubernur Provinsi Rayong Suphot Torartharn, menyambut hangat masuknya BYD ke Thailand. Mereka meyakini kehadiran BYD di pasar Thailand akan meramaikan industri EV negara itu.

Menurut data dari Institut Otomotif Thailand dan Departemen Transportasi Darat Thailand, penjualan kendaraan listrik murni di Thailand mencapai 13.454 unit tahun lalu, meningkat tajam selama beberapa tahun terakhir, mewakili peningkatan tahunan sebesar 588,5 persen.

Banyak merek EV bergabung dengan kebijakan subsidi pemerintah Thailand, termasuk perusahaan dari China, Barat, dan Jepang, kata Kevalin Wangpichayasuk, asisten direktur pelaksana Kasikorn Research Center.

Dia menambahkan bahwa ini bukan hanya kabar baik bagi para pembeli mobil yang akan memiliki lebih banyak pilihan, melainkan juga bagi industri otomotif Thailand selama masa transisi untuk mengejar tren masa depan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Industri Kendaraan ListrikIndustri Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.