• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Prony Kaledonia Baru akan Pasok 42.000 Ton Nikel untuk Tesla

by Redaksi Asiatoday
October 15, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Prony Kaledonia Baru akan Pasok 42.000 Ton Nikel untuk Tesla

Kawasan industri tambang nikel Prony Kaledonia Baru. Dok Trafigura

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tesla dilaporkan telah menandatangani kesepakatan dengan Prony Kaledonia Baru untuk memasok nikel rendah karbon sebanyak 42.000 ton. Kesepakatan multi-tahun itu untuk tahapan produksi mobil listrik.

Kerjasama ini dilakukan Tesla lantaran perusahaan itu mencari pasokan nikel rendah karbon.

Produsen ternama kendaraan listrik tersebut juga sebelumnya telah menjalin kesepakatan untuk mengambil pasokan nikel dari BHP Nickel Australia.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Kesepakatan itu dinegosiasikan oleh pedagang komoditas Swiss, Trafigura, salah satu pemangku kepentingan utama Prony. Itu menjadikan Tesla sebagai pelanggan terbesar penambang,” kata CEO Antonin Beurrier dalam sebuah pernyataan,  dikutip Kamis (14/10/2021).

Sejauh ini, belum diketahui berapa lama kesepakatan antara Tesla dan Prony akan terjalin. Namun diperkirakan kemitraan itu akan berjalan cukup lama, mengingat produsen mobil listrik membutuhkan banyak nikel di masa mendatang.

Tesla diperkirakaan menggunakan sekitar 30.000 ton nikel dalam baterai tahun ini. Pakar mineral baterai independen yang berbasis di Sydney, Steven Brown, menjelaskan bahwa konsumsi nikel Tesla bisa meningkat di tahun-tahun mendatang.

Prony sendiri menjelaskan bahwa pihaknya bakal menargetkan produksi 44.000 ton nikel pada 2024.

Menurut laporan Reuters, jumlah tersebut nyatanya dua kali lipat lebih banyak dari yang diharapkan.

Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki otoritas provinsi Kaledonia Baru ini, yakin bahwa pasar nikel akan kembali surplus selama empat tahun dari 2022. Itu terjadi setelah produsen utama Indonesia akan meningkatkan pasokan. (ATN)

Tags: Industri BateraiIndustri Mobil ListrikNikelTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.