• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rasio Utang Indonesia Lebih Rendah dibandingkan Negara G20 dan ASEAN

by Redaksi Asiatoday
April 13, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rasio Utang Indonesia Lebih Rendah dibandingkan Negara G20 dan ASEAN

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. Dok Kemenkeu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Keuangan Republik Indonesia terus menjaga konsolidasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna menjaga kesehatan APBN. Salah satunya, pemerintah akan mengerem penerbitan utang.

Hal ini dilakukan agar defisit fiskal bisa kembali ke level aman, di bawah 3 persen pada tahun 2023.

Hingga akhir Februari 2022, posisi utang Pemerintah Indonesia berada di angka Rp7.014,58 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 40,17 persen.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Posisi tersebut meningkat bila dibandingkan dengan posisi utang per 31 Januari 2022 yaitu Rp6.919,15 triliun atau 39,63 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengatakan rasio utang Indonesia termasuk relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, G20 atau bahkan di seluruh dunia.

Kendati demikian, rasio utang yang rendah tersebut perlu dijaga secara hati-hati dan pruden.

“Kita akan melihat dari sisi bagaimana kita menjaga, terutama dukungan Bank Indonesia untuk tahun ini melalui SKB I dan III yang masih berjalan dan juga dari sisi mengoptimalkan baik dari sisi belanja negara maupun dari sisi pendapatan negara yang saat ini mengalami peningkatan karena komoditas yang meningkat,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2022, Rabu (13/4/2022).

Kemudian, untuk penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Sri Mulyani mengatakan dengan adanya penerimaan negara yang cukup tinggi dan Saldo Anggaran Lebih (SAL), pemerintah akan melakukan pemanfaatan optimalisasi sisa anggaran lebih tahun lalu dan potensi mengurangi defisit.

Di lain sisi, Sri Mulyani mengajak untuk melihat risiko global akibat normalisasi kebijakan moneter terutama dari The Fed dan juga perang di Ukraina yang semuanya akan berpotensi menekan pasar SBN dari sisi yield dan demand terhadap SBN.

“Oleh karena itu dari sisi bagaimana kita merencanakan pembiayaan, pertama kita akan mengurangi issuance dari utang dengan penggunaan SAL paling tidak sampai dengan Maret ini adalah penurunan Rp100 triliun,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah akan terus melakukan penyesuaian dari sisi jumlah penerbitan, tenor SBN yang akan diterbitkan, waktu penerbitan dan juga dari sisi komposisi mata uang. (ATN)

Tags: Utang IndonesiaUtang Luar Negeri
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.