• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Relasi Indonesia-Australia: 4 Isu Perlu Jadi Perhatian Kedua Negara

by Redaksi Asiatoday
July 5, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Relasi Indonesia-Australia: 4 Isu Perlu Jadi Perhatian Kedua Negara

Pertemuan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese di Taronga Center, Sydney, pada Selasa (4/7/2023). Foto: BPMI Setpres

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri serangkaian pertemuan Annual Leaders’ Meeting (ALM) di Taronga Center, Sydney, pada Selasa (4/7).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Australia telah mengalami perkembangan positif.

“Sejak ALM tahun lalu di Bogor, kami telah mencapai banyak kemajuan yang positif, dan kami mengucapkan terima kasih atas komitmen yang telah ditunjukkan,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan.

RelatedPosts

Indonesia Accelerates Rare Earth Ambitions, Partners with Malaysia in Global Race for Critical Minerals

US Backs Indonesia’s Digital Crackdown on Human Trafficking at Sea

Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability

Presiden Jokowi menekankan beberapa prioritas yang perlu diperhatikan oleh kedua negara.

Pertama, pentingnya mengembangkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia agar lebih signifikan dan strategis, terutama dalam pengembangan produksi baterai mobil listrik secara bersama-sama.

Kedua, Presiden Jokowi menyebut bahwa sejak perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diberlakukan, volume perdagangan antara kedua negara telah meningkat sebesar 90 persen.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia akan terus meningkatkan kerja sama ini melalui mutual recognition agreement dalam produk perikanan, karantina dan inspeksi buah-buahan, serta peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketiga, Presiden Jokowi terus mendorong kerja sama dalam mengurangi emisi karbon, dengan fokus pada pembangunan teknologi carbon capture and storage serta penggunaan energi hijau di industri smelter di Indonesia.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia mengundang sektor swasta Australia dan National Capital Authority Australia untuk bekerja sama dengan Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam pembangunan IKN.

Keempat, Presiden Jokowi menyoroti pentingnya menjadikan kawasan Indo-Pasifik sebagai kawasan yang damai, stabil, dan berkolaborasi. Ia mengapresiasi dukungan Australia terhadap kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan mengajak Australia untuk memperkuat kemitraan di Pasifik Selatan melalui kerja sama trilateral serta berpartisipasi dalam Forum ASEAN-Indo Pacific.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Australia semakin membaik di berbagai bidang sebagai mitra.

“Hari ini, hubungan antara Indonesia dan Australia semakin kuat, dan kedua negara semakin dekat sebagai mitra dalam ekonomi, keamanan, serta transisi global menuju target net zero,” ucap PM Albanese.

PM Albanese juga mengakui bahwa keamanan dan stabilitas Indonesia memberikan dampak positif bagi kawasan Indo-Pasifik.

Menurutnya, kemakmuran, keamanan, dan stabilitas Indonesia memberikan kontribusi positif terhadap kemakmuran, keamanan, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Pertemuan ALM ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak kerja sama dan perkembangan positif antara Indonesia dan Australia di masa depan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo PasifikIndonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership AgreementKerjasama Indonesia-Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates Rare Earth Ambitions, Partners with Malaysia in Global Race for Critical Minerals
  • Southeast Asia Faces Refugee Crisis as Aid Shrinks and Human Trafficking Risks Surge
  • US Backs Indonesia’s Digital Crackdown on Human Trafficking at Sea
  • Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability
  • MSCI Keeps Indonesia in Emerging Market Club but Flags Transparency Risks in Stock Market
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.