• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Relokasi dari China, Pabrik Panasonic di Indonesia Mulai Ekspor ke Jepang

by Redaksi Asiatoday
September 24, 2021
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Panasonic Hadirkan Inovasi Eco Green

Eco Green Panasonic. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Setelah relokasi pabriknya dari China ke Indonesia, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (PT. PMI) mulai mengekspor produk mesin cuci ke Jepang.

“Hari ini kami melepas ekspor perdana produk mesin cuci dari PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (PT. PMI) ke Jepang. Ini merupakan hasil relokasi produksi mesin cuci dari China,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Ekspor Perdana Produk Mesin Cuci tersebut, Kamis (23/9).

Menperin menyampaikan, relokasi dan ekspor produk mesin cuci ke Jepang tersebut sangat membanggakan, karena negara tersebut dikenal memilik pasar yang sangat sensitif dan selektif terhadap kualitas produk.

RelatedPosts

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance

Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering

“Artinya, kualitas mesin cuci produksi PT. PMI ini luar biasa,” ungkapnya.

Relokasi produksi tersebut merupakan hasil dialog Menperin dengan para pemegang merek saat melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Maret lalu.

“Selain mesin cuci, kita juga merelokasi produksi AC dari Malaysia ke Indonesia, serta merelokasi produksi lemari es dari Thailand yang produknya akan diekspor ke Jepang dan Hong Kong,” jelas Menperin.

Selain itu, relokasi produksi mesin cuci dari Taiwan ke Indonesia, yang nantinya diekspor ke Taiwan.

Kemenperin mencatat, ekspor mesin cuci menembus USD14 juta sepanjang tahun 2020, mengalami kenaikan 107% dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar USD6,76 juta. Pada semester I-2021, ekspor mesin cuci mencapai USD4,85 juta.

Menurut Menperin, pengelolaan dan perbaikan iklim usaha telah diakomodasi oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam UU tersebut, para pelaku industri di tanah air mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari izin usaha hingga pemberian insentif fiskal dan nonfiskal. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah dalam mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, yang sama-sama memprioritaskan pemulihan kesehatan dan ekonomi.

“Pemerintah terus berupaya untuk menjaga tingkat resiliensi industri di dalam negeri melalui sejumlah kebijakan strategis, misalnya berupa pemberian stimulus atau insentif sehingga para pelaku industri bisa mengatasi tantangan pandemi dan terus bertumbuh,” paparnya.

Pada triwullan II – 2021, Indonesia mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan mencapai 7,07%. Sektor yang memberikan kontribusi terbesar atas kenaikan PDB nasional tersebut adalah industri manufaktur, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,91% meskipun mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19.

“Terjadinya pertumbuhan sektor industri manufaktur, salah satunya disebabkan oleh sejumlah investor yang tetap percaya untuk merealisasikan investasinya di Indonesia. Artinya, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini adalah on the right track,” tegas Agus.

Pada Januari-Juni 2021, realisasi investasi sektor industri menembus Rp167,1 triliun atau berkontribusi sebesar 37,7% dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp442,7 triliun. Bahkan, nilai investasi sektor industri di semester I-2021 tersebut naik 29% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp129,6 triliun.

Sepanjang enam bulan tahun ini, nilai penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari sektor industri sebesar Rp46,3 triliun atau berkontribusi 21,6% dari total PMDN yang mencapai Rp214,2 triliun. Sedangkan, nilai penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri sebesar Rp120,8 triliun atau berkontribusi 52,9% dari total PMA yang mencapai Rp228,5 triliun.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier mengemukakan, dari kegiatan ekspor yang dilakukan PT PMI, menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di kancah global.

“Kami optimistis Indonesia bisa menjadi champion di sektor industri elektrionika,” tegasnya.

Di samping itu, Taufiek menyatakan, Kemenperin sedang mendorong program substitusi impor 35% pada akhir tahun 2022. Salah satu strateginya adalah pendalaman struktur industri melalui peningkatan produksi komponen elektronika di dalam negeri.

Apresiasi industri elektronika

Menperin menyebutkan, industri elektronika merupakan salah satu sektor berkinerja baik yang patut mendapatkan apresiasi. Pasalnya, sebagain dari mereka terus merealisasikan investasinya dan tetap agresif menembus pasar ekspor di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Industri elektronika juga menjadi salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

Strategi dalam meningkatkan kinerja gemilang di sektor industri elektronika nasional, antara lain adalah menarik pemain global terkemuka dan mengembangkan kemampuan dalam memproduksi komponen elektronik bernilai tambah tinggi.

“Selain itu, memberikan insentif bagi industri yang mengembangkan kemampuan tenaga kerja dalam negeri, serta mendorong inovasi lanjutan dan mempercepat transfer teknologi,” sebutnya.

Kementerian Perindustrian juga memberikan apresiasi kepada PT Panasonic Manufacturing Indonesiaatas dukungannya terhadap upaya pemerintah untuk mendorong kegiatan ekspor industri elektronika dengan terus berinovasi dan menambah lini produk yang dapat bersaing di level internasional.

“Kapabilitas ini berpotensi dikembangkan untuk menjadi daya jual perusahaan, agar dapat menarik merek mesin cuci maupun produk elektronika global lainnya sehingga dapat diproduksi secara massal di Indonesia dan memiliki dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional,” tandasnya.

Presiden Direktur PT PMI, Tomonobu Otsu menyampaikan, Panasonic ingin melaksanakan misinya berkontribusi pada Indonesia, dan secara aktif akan melakukan ekspansi ekspor serta meningkatkan bisnis di Indonesia melalui produk-produk yang mendukung kehidupan masyarakat yang sejahtera.

“PT PMI mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian yang telah memberikan dukungan dan arahan yang jelas mengenai protokol kesehatan COVID-19 untuk industri, serta memberikan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sehingga produksi tetap dapat dilaksanakan dan dapat melakukan ekspor ke Jepang sesuai rencana,” paparnya.

Bisnis Unit Mesin Cuci PT PMI yang berdiri sejak tahun 1979 ini memproduksi mesin cuci semi otomatis untuk kebutuhan pasar domestik. Pada tahun ini sudah mengekspor ke lima negara, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab,  Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Jepang. (ATN)

Tags: Industri ElektronikKerjasama Indonesia-JepangPanasonicPanasonic Manufacturing
No Result
View All Result

Terbaru

  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • Indonesia’s US$22 Billion Free School Meals Program Hit by Expanding Corruption Probe
  • Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong
  • Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.