• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Resesi Ekonomi Thailand, Terburuk Sejak 1998

by Redaksi Asiatoday
August 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Thailand Mulai Buka Pusat-Pusat Perbelanjaan Hari Ini

Kota Bangkok, Thailand. Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Gelombang resesi ekonomi tak bisa dihindari oleh Thailand.

Ekonomi negeri Gadjah Putih mengalami kontraksi terbesar dalam 22 tahun terakhir hingga 12,2 persen pada kuartal kedua jika dibanding satu tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut merupakan krisis ekonomi terburuk Thailand sejak 1998 lalu.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Merosotnya perekonomian Thailand sebagai imbas dari kebijakan dan langkah-langkah pemerintah dalam penanganan Covid-19, mulai dari pembatasan ekspor, pembatasan aktivitas domestik, dan penutupan sektor pariwisata.

Namun angka tersebut dinilai lebih baik dari perkiraan rata-rata untuk penurunan 13,3 persen dalam produk domestik bruto (PDB) dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters. 

Dalam skala triwulanan, ekonomi menyusut dengan penyesuaian musiman 9,7 persen. Berdasarkan catatan, angka tersebut merupakan rekor terdalam, tetapi lebih baik dari perkiraan penurunan 11,4 persen oleh para ekonom.  

Menurut Ekonom Asia di firma riset Capital Economics, Alex Holmes, pemulihan Thailand dalam beberapa bulan mendatang akan tertahan oleh sektor eksternal.

“Pengeluaran turis asing setara dengan sekitar 10 persen dari PDB sebelum krisis dan turun ke nol secara efektif pada akhir Maret, di mana itu tetap ada sejak itu,” kata Holmes, dikutip Aljazeera, Selasa (18/8/2010).

Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) memangkas perkiraan produk domestik bruto untuk tahun 2020 dengan memperkirakan ekonomi Thailand menyusut 7,3-7,8 persen tahun ini, setelah sebelumnya memperkirakan kontraksi 5-6 persen.

“Rilis ekonomi hari ini menggarisbawahi jatuhnya permintaan agregat, baik secara eksternal maupun internal,” kata Kobsidthi Silpachai, kepala riset pasar modal Kasikornbank.  

Thailand juga telah mencabut sebagian besar kebijakan lockdown setelah melihat tidak adanya penularan lokal virus corona selama lebih dari dua bulan.

Sebelumnya jumlah pengunjung asing ke Thailand turun menjadi hampir nol pada periode April-Juni. NESDC memperkirakan hanya 6,7 juta turis asing yang datang ke Thailand tahun ini atau turun 83 persen dari rekor tahun lalu 39,8 juta. (ATN)

Tags: Resesi EkonomiResesi GlobalResesi ThailandThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.