• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Rusia Usir Diplomat Jepang

by Redaksi Asiatoday
September 27, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 1 min read
A A
0
Sanksi Balasan, Rusia Tutup Jalur Penerbangan dari 36 Negara

Negeri Rusia. Dok

ASIATODAY.ID, MOSKWA – Rusia telah menahan seorang diplomat Jepang yang berbasis di kota timur Vladivostok karena melakukan pekerjaan terkait spionase.

Akibat tindakan itu Rusia mengusir pejabat tersebut dengan status non grata.

“Seorang diplomat Jepang ditahan karena menerima informasi rahasia dengan imbalan uang tentang kerja sama Rusia dengan negara lain di kawasan Asia-Pasifik,” kata dinas keamanan Rusia FSB dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Rusia.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Diplomat itu juga telah meminta informasi tentang “dampak sanksi Barat” di wilayah Primorsky timur, menurut FSB seperti dikutip CNA, Selasa (27/9/2022).

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa diplomat itu diperintahkan untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam.

FSB menyatakan telah mengajukan protes ke Tokyo melalui saluran diplomatik dan menyatakan diplomat yang diidentifikasi sebagai konsulat jenderal di Vladivostok, Motoki Tatsunori, persona non grata.

FSB mendistribusikan video pendek yang dikatakan menunjukkan diplomat itu mengakui bahwa dia telah melanggar hukum Rusia.

Rusia menganggap Jepang sebagai negara “bermusuhan”, sebutan yang sama dengan semua negara Uni Eropa, Amerika Serikat dan sekutu termasuk Inggris dan Australia.

Moskow dan Tokyo saling menjatuhkan sanksi dan pengusiran diplomat sejak 24 Februari ketika Vladimir Putin meluncurkan apa yang disebut Kremlin sebagai “operasi militer khusus” di Ukraina.

Tokyo memiliki hubungan yang kompleks dengan Moskow sebelum invasi Ukraina dan kedua belah pihak belum menandatangani perjanjian damai pasca-Perang Dunia II.

Upaya untuk melakukannya terhambat oleh perselisihan yang telah berlangsung lama atas pulau-pulau yang dikendalikan oleh Rusia. (ATN)

Tags: JepangRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.