• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Sektor Properti di Asia Tenggara Kian Stabil

by Redaksi Asiatoday
March 11, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sektor Properti di Asia Tenggara Kian Stabil

Properti Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sektor properti di kawasan Asia Tenggara, dipandang kian stabil. Kondisi ini tidak terlepas dari stabilitas politik yang membaik.

Head of Capital Markets Research Jones Lang LaSalle Asia Tenggara, Regina Lim mengunfkapkan, salah satunya di Indonesia yang sudah memastikan terpilihnya Presiden Joko Widodo untuk 5 tahun ke depan dan Presiden Filipina Duterte untuk 3 tahun ke depan akan membawa pasar ke arah yang lebih stabil.

“Karena sentimen kabinet pemerintahan pasti diperbaiki dan diperkuat sehingga kepercayaan diri investor akan semakin tinggi pula,” terang Lim melalui keterangan tertulis, Kamis (8/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Menurut Lim, latar belakang politik yang semakin kuat, akan semakin mempertahankan posisi Asia Tenggara sebagai pusat manufaktur.

Pada paruh pertama 2019, Lim menyebutkan lima negara di Asia Tenggara sudah menunjukkan adanya penguatan investasi langsung dari asing, kenaikan ekspor dan tingkat konsumsi.

Pertama, Indonesia. Tingkat investasi asingnya sepanjang semester pertama 2019 mengalami peningkatan hingga 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$5,20 miliar.

“Investasi ini untuk properti paling besar ada di sektor industrial dengan penjualan ritel naik 8 persen yoy dan produksi industrial tumbuh 4 persen pada kuartal pertama,” jelas Lim.

Kedua, Vietnam, yang mencatatkan pertumbuhan volume manufaktur hingga 13 persen yoy pada kuartal pertama 2019.

Sementara itu, investasi asingnya mengalami kenaikan 9,30 persen yoy pada Juni dengan total per tahun senilai US$20 miliar.

“Di Vietnam pada semester pertama 2019 penjualan ritelnya juga naik cukup banyak hingga 13 persen yoy dibandingkan dengan kenaikan 11,50 persen pada periode yang sama pada 2018,” ungkapnya.

Ketiga, Thailand mencatatkan aliran investasi asing yang masuk pada April 2019 mencapai US$411 miliar, lebih tinggi dari rata-rata 10 tahun senilai US$9 miliar per tahun.

Adapun, kebanyakan investasi masuk ke pengembangan properti manufaaktur, ritel dan grosir, serta real estat.

Sementara itu, pertumbuhan konsumsinya juga mengalami kenaikan 4,60 persen yoy pada paruh pertama 2019, jumlah tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 10 tahun yang hanya sebanyak 2,80 persen per tahun.

Keempat, di Filipina, persetujuan investasi masuk dari asing tercatat berlipat ganda pada semester pertama 2019 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sedangkan permintaan konsumen di sektor properti juga turut mengalami kenaikan 6,30 persen naik dari 5,60 persen pada 2018.

Kelima, Malaysia, investasi di bidang manufakturnya meluap hinga 150 persen secara yoy ke US$17 miliar pada 6 bulan pertama tahun ini.

“Hal itu lantaran adanya potensi permintaan dari relokasi pabrik-pabrik asal China, ditambah dengan tingkat konsumsi yang diperkirakan bertumbuh 6,60 persen sepanjang 2019,” tandas Lim. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Industri PropertyPropertiProperti Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.