• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, July 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Selain Microsoft, Alphabet Berminat Akuisisi Saham TikTok

by Redaksi Asiatoday
August 24, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 1 min read
A A
0
TikTok Siap Gugat Donald Trump di Pengadilan

Perusahaan aplikasi video asal China TikTok. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Selain Microsoft, Twitter bahkan perusahaan Oracle yang berminat membeli saham TikTok apabila dilepas ByeDance, kini induk perusahaan Google yaitu Alphabet Inc. juga dikabarkan berminat membeli sedikit saham TikTok.

Mengutip CNET, Senin (24/4/2020), akhir pekan kemarin Alphabet dikabarkan bergabung dalam konsorsium investor Amerika Serikat yang ingin membeli seluruh saham TikTok. Namun, sang induk Google hanya ingin membeli sedikit saham perusahaan China itu sehingga tidak memberikan hak baginya menentukan kebijakan perusahaan TikTok.

Pihak Alphabet atau Google terutama TikTok masih enggan berkomentar atas informasi yang dianggap masih rumor tersebut. Apabila hal ini benar maka setidaknya Google memiliki akses ke data atau peluang beriklan yang ditujukan ke kalangan muda yang jadi basis pengguna TikTok.

RelatedPosts

Astra’s US$480 Million Buyback Sends Strong Signal of Confidence in Indonesia’s Economy

Indonesia’s Win&Co Builds ASEAN Food Ambition with US$72 Million Momogi Deal

Kana Cooperative Wins Two National Awards for Economic and Social Impact

Google sendiri telah memiliki platform video berupa YouTube tapi mereka sudah menutup satu-satunya media sosial miliknya yaitu Google Plus. Media sosial memang menjadi kategori aplikasi paling populer namun mengelola konten di dalamnya termasuk sangat sulit.

Tidak semua konten di media sosial dianggap aman namun aksi pemblokiran konten di dalamnya bisa memicu pelanggaran hak kebebasan berpendapat.

Meskipun TikTok dikenal berisi video singkat berupa lip-sync dan menari tapi belakang banyak konten bertema politik yang muncul di dalamnya.

Laporan terbaru yang dikutip tahun ini, TikTok sudah menghpus lebih dari 380.000 video di operasional Amerika Serikat karena berisi ujaran kebencian atau hate speech. TikTok diklaim sudah memiliki lebih dari 100 juta pengguna di negara tersebut. (ATN)

Tags: Alphabet IncMicrosoftTikTok
No Result
View All Result

Terbaru

  • PT Vale Advances Indonesia’s Green Nickel Strategy with HPAL Milestone
  • Hinduja Group Eyes Indonesia Expansion
  • FBI Director Meets Prabowo in Jakarta: What’s Behind the Unexpected Meeting?
  • Indonesia Launches Roadmap to Cut Maternal Deaths
  • Indonesia’s Critical Minerals Leap as AMMAN Completes Copper Smelter
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.