• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, July 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sentimen Anti-Jepang Meningkat di China Pasca Pembuangan Limbah Nuklir

by Redaksi Asiatoday
August 28, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rencana Jepang Membuang Air Limbah Fukushima ke Samudera Pasifik Jadi Sorotan

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Dai-Ichi, Jepang. Dok

ASIATODAY.ID, TOKYO – Sentimen anti-Jepang meningkat di China pasca pembuangan air radioaktif nuklir yang telah diolah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut.

Jepang mendapatkan tindakan pelecehan seperti yang terlihat melalui panggilan telepon yang mengganggu dan seruan di internet untuk memboikot produk-produk Jepang.

Sebuah batu dilemparkan ke halaman sebuah sekolah Jepang di Qingdao pada Kamis lalu. Kemudian, sekolah Jepang lainnya di Suzhou juga dilempari telur pada Jumat, menurut sejumlah sumber Pemerintah Jepang. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.

RelatedPosts

Indonesia, Australia Strengthen IA-CEPA Implementation Through Halal Certification Cooperation

Meteor Lights Up Java Sky, BRIN Reveals Science Behind Mysterious Boom

China Rejects South China Sea Arbitration Again

Beberapa pengguna media sosial China mendesak para pengikutnya untuk menyerukan protes terhadap Jepang dan memboikot produk-produk Jepang. Seruan itu mendorong peningkatan keamanan di sekitar kantor-kantor Jepang di China.

Meskipun Pemerintah Jepang mengatakan pembuangan air limbah secara besar-besaran dalam jangka waktu sekitar 30 tahun akan dilakukan dengan cara yang aman, pemerintah China bereaksi keras dengan melarang semua impor produk makanan laut dari Jepang.

Jepang telah menerima sejumlah panggilan telepon yang mengganggu sejak pelepasan air Fukushima dimulai. Tokyo menuntut Beijing mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi tersebut.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan kepada Kedutaan Besar China di Tokyo pada Sabtu bahwa panggilan telepon yang mengganggu tersebut “sangat disesalkan” dan “mengkhawatirkan.”

Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran persnya, “Kami meminta Pemerintah China mengambil tindakan yang tepat, seperti dengan meminta masyarakat untuk bereaksi dengan tenang.”

Sebuah pusat kebudayaan di daerah Edogawa di Tokyo dibanjiri panggilan telepon dari nomor dengan kode negara China, 86, yang berisi pesan dalam bahasa Jepang yang mengatakan “jangan membuang” air ke laut.

Panggilan telepon semacam itu, yang juga dilakukan dalam bahasa Mandarin dan Inggris, telah dilaporkan sejak pelepasan air dimulai, kata kantor pemerintah setempat.

Menurut sumber-sumber Pemerintah Jepang, seruan serupa juga telah dilakukan ke institusi medis dan restoran.

Kedutaan Besar Jepang di Beijing telah memperingatkan melalui platform media sosial China, Weibo, bahwa panggilan telepon yang mengganggu tersebut dapat disebut sebagai “aksi kriminal” karena panggilan yang ditujukan kepada fasilitas komersial dapat mengakibatkan gangguan ekonomi, sedangkan panggilan yang ditujukan ke rumah sakit dapat membahayakan nyawa.

Kedutaan telah meminta warga negara Jepang di China untuk tidak berbicara bahasa Jepang dengan suara keras dan bertindak hati-hati.

Pelepasan air di Fukushima juga berdampak pada kegiatan tur kelompok orang-orang China ke Jepang.

Media China yang mengutip pejabat agen perjalanan melaporkan bahwa banyak orang China yang membatalkan rencana perjalanan mereka ke negara tetangga tersebut. (Kyodo-OANA)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Limbah NuklirPLTN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Carbon Market Takes Global Leap
  • Indonesia, Australia Strengthen IA-CEPA Implementation Through Halal Certification Cooperation
  • Indonesia Tightens Nickel Supply to Support Prices, Secure Smelter Demand
  • Meteor Lights Up Java Sky, BRIN Reveals Science Behind Mysterious Boom
  • Indonesia–Malaysia Open New Energy Cooperation Front in Ambalat and Ligitan-Sipadan
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.