• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Setengah Juta Pekerja di Inggris Turun ke Jalan Tuntut Kenaikan Gaji

by Redaksi Asiatoday
February 3, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Setengah Juta Pekerja di Inggris Turun ke Jalan Tuntut Kenaikan Gaji

Unjukrasa pekerja di Inggris tuntut kenaikan gaji. Foto: tangkapan layar

ASIATODAY.ID, LONDON – Setengah juta pekerja yang terdiri dari guru, staf universitas, masinis, dan pegawai negeri Inggris pada Rabu (1/2) melakukan pemogokan dalam aksi terkoordinasi terbesar dalam beberapa tahun di tengah perselisihan berkepanjangan mengenai gaji.

Anggota guru dari National Education Union (NEU) di Inggris dan Wales berdemonstrasi di jalan-jalan, yang berdampak pada 23.400 sekolah.

Terdapat krisis perekrutan dan retensi dalam sistem sekolah, dan penurunan gaji selama satu dekade adalah alasan utama di balik aksi tersebut dan perlu ditangani oleh pemerintah, kata NEU.

RelatedPosts

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

Sekitar 70.000 staf di 150 universitas di seluruh Inggris melakukan pemogokan terkait perselisihan masalah gaji, kondisi kerja dan pensiun, dan tindakan mereka akan berdampak pada 2,5 juta mahasiswa selama Februari dan Maret, kata University and College Union (UCU).

“Para staf tidak meminta banyak. Mereka menginginkan kenaikan gaji yang layak, jaminan pekerjaan, dan pembatalan pemotongan pensiun yang sangat merugikan,” kata Sekretaris Jenderal UCU Jo Grady, dilansir Xinhua.

Para masinis dari Serikat Pekerja Kereta, Maritim, dan Transportasi Nasional (Rail, Maritime and Transport/RMT) di 14 operator perkeretaapian juga diperkirakan melakukan aksi mogok pada Jumat (3/2) karena masalah gaji dan kondisi kerja.

“Negosiasi kami akan dilanjutkan dengan operator perkeretaapian untuk menyusun paket pekerjaan, kondisi, dan gaji yang dapat ditawarkan kepada anggota kami,” kata Sekretaris Jenderal RMT Mick Lynch.

Sementara pada Rabu (1/2), sekitar 100.000 anggota Public and Commercial Services Union (PCS), yang dipekerjakan oleh lebih dari 100 pemberi kerja yang berbeda dalam pelayanan sipil, juga melakukan aksi walk out sebagai bagian dari kampanye nasional serikat pekerja tersebut mengenai gaji, pensiun dan pekerjaan.

Pemogokan ini “akan menjadi pemogokan pegawai negeri terbesar selama beberapa tahun dan mengindikasikan eskalasi aksi industri yang signifikan setelah satu bulan pemogokan,” kata serikat layanan tersebut.

Menanggapi hal ini, juru bicara Perdana Menteri Rishi Sunak mengatakan pemogokan tersebut akan mengganggu kehidupan masyarakat, dan negosiasi adalah pendekatan yang tepat alih-alih unjuk rasa.

Selama setahun terakhir, Inggris mengalami rekor inflasi tertinggi, sementara upah gagal mengimbangi. Sejak musim panas lalu, Inggris dilanda gelombang pemogokan.

Pemerintah berselisih dengan serikat pekerja, mengatakan kenaikan gaji yang mereka minta tidak terjangkau, dan gaji yang lebih tinggi tidak akan membantu melawan inflasi. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Inggris
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.