• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Setiap Bulan, 1000 Wisatawan Kunjungi Kampung Adat Ratenggaro

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Setiap Bulan, 1000 Wisatawan Kunjungi Kampung Adat Ratenggaro

Kampung Adat Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga Adat Kampung Ratenggaro Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberdayakan warganya untuk mengoptimalkan potensi pariwisata berbasis budaya.

“Program pemberdayaan masyarakat itu ditujukan agar warga lebih siap dalam menyambut wisatawan,”terang Koordinator Lembaga Adat Kampung Ratenggaro Desa Maliti Bondo Ate, Yohanis Odo Ate, seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (29/8/2019).

Menurut dia, keberadaan 14 rumah adat masyarakat Pulau Sumba yang masih berdiri di lokasi tersebut sangat penting karena ini adalah keunikan yang dicari oleh para wisatawan.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Kampung adat tersebut merupakan warisan leluhur sehingga warga masih memegang teguh aturan adat secara turun menurun, dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap warga mampu menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan adat di sini yang juga perlu dimengerti dan dipatuhi wisatawan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, setiap bulan pengunjung kampung adat itu bisa mencapai 1.000 wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

“Seharusnya jumlah rumah-rumah tradisional dari bahan baku alam setempat 32 unit, akan tetapi belum semua bisa dibangun lagi,” imbuhnya.

Dijelaskan, setiap rumah adat memiliki 100-200 keluarga yang tinggal terutama di sekitar kampung adat tersebut, sedangkan setiap hari ada 1-2 orang yang tinggal secara bergantian di rumah-rumah adat itu.

Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo merupakan pemekaran dari Desa Umbu Ngedo pada 2016. Namun desa tersebut telah ditetapkan lebih dulu sebagai sebuah situs dua tahun sebelumnya.

Ia berharap pengelolaan Kampung Adat Ratenggaro oleh masyarakat setempat semakin mantap, baik untuk kepentingan pelestarian tradisi budaya maupun pengembangan kepariwisataan. (AT Network)

Tags: Budaya IndonesiaKampung Adat RatenggaroPariwisata IndonesiaWisata Budaya
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.