• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Silicon Valley Bank Kolaps, Signature Bank New York Ditutup

by Redaksi Asiatoday
March 15, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Silicon Valley Bank Kolaps, Signature Bank New York Ditutup

Sejumlah orang berjalan melewati salah satu cabang Signature Bank di New York, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2023. Foto Xinhua

ASIATODAY.ID, NEW YORK CITY – Signature Bank yang berbasis di New York, pemberi pinjaman utama dalam industri kripto, ditutup pada Minggu (12/3) oleh regulator Amerika Serikat (AS) atas dasar alasan “pengecualian risiko sistemik yang serupa,” demikian disampaikan Departemen Keuangan AS, Federal Reserve (The Fed), dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) dalam sebuah pernyataan bersama.

Langkah itu dilakukan dua hari setelah Silicon Valley Bank (SVB) di California kolaps karena para deposan bergegas menarik dana.

Semua deposan Signature Bank “akan mendapatkan pengembalian utuh,” kata pernyataan bersama itu. “Sama seperti resolusi Silicon Valley Bank, tidak ada kerugian yang akan ditanggung oleh pembayar pajak.”

RelatedPosts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Pihak otoritas juga mengatakan bahwa “pemegang saham dan pemegang utang tertentu yang tidak dijamin tidak akan dilindungi.”

Didirikan pada 2001, Signature Bank merupakan bank komersial yang disewa Negara Bagian New York dan mendapatkan asuransi dari FDIC, dengan total aset sekitar US$110,36 miliar (1 dolar AS = Rp15.468) dan total deposit kurang lebih US$88,59 miliar per 31 Desember 2022, menurut sebuah pernyataan terpisah yang dirilis pada Minggu malam waktu setempat oleh Departemen Layanan Keuangan New York.

Otoritas California menutup SVB pada Jumat (10/3) setelah pemberi pinjaman yang berfokus pada sektor teknologi tersebut melaporkan kerugian besar dari penjualan sekuritas, sehingga memicu bank itu kehilangan deposannya.

Kolapsnya SVB menjadi kegagalan bank terbesar sejak kolapsnya Washington Mutual, sebuah asosiasi simpan pinjam di AS, pada 2008 silam.

The Fed pada Minggu mengumumkan program pinjaman darurat baru untuk meningkatkan kapasitas sistem perbankan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis KeuanganSignature BankSilicon Valley Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.