• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Singapura Hentikan Penggunaan 2 Vaksin Flu usai Kematian di Korsel

by Redaksi Asiatoday
October 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasus Covid-19 Meledak di Singapura, 942 Orang Terinfeksi Dalam Sehari

Negeri Singapura. Ist

ASIATODAY.ID, SINGAPURA – Pemerintah Singapura mengambil langkah cepat usai kasus kematian di Sorea Selatan akibat vaksin.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menghentikan sementara penggunaan dua vaksin influenza — SKYCellflu Quadrivalent dan VaxigripTetra — usai beberapa orang yang menerimanya di Korea Selatan meninggal dunia.

MOH menegaskan, sejauh ini tidak ada kematian terkait vaksinasi influenza di Singapura.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“Penghentian sementara ini adalah langkah antisipasi menyusul adanya laporan kematian dalam vaksinasi influenza di Korea Selatan,” demikian pernyataan gabungan MOH dan Otoritas Sains Kesehatan (HSA), dikutip dari Straits Times Senin (26/10/2020).

Otoritas Korsel menyebutkan bahwa tujuh merek vaksin flu telah diberikan kepada beberapa orang yang meninggal saat vaksinasi. Namun Korsel belum dapat mengonfirmasi apakah kematian itu memang terkait dengan penggunaan tujuh vaksin tersebut.

Dua dari tujuh vaksin flu yang digunakan di Korsel tersedia di Singapura. SKYCellflu Quadrivalent diproduksi oleh SK Bioscience dan didistribusikan oleh AJ Biologics, sementara VaxigripTetra dibuat oleh Sanofi Pasteur dan disalurkan oleh Sanofi Aventis.

HSA sedang memeriksa implikasi dari laporan kematian di Korsel, sementara MOH meminta penyedia jasa kesehatan dan praktisi medis untuk menghentikan sementara dua vaksin flu terkait.

Namun, sambung MOH, dua vaksin lainnya yang telah dibawa ke Singapura untuk musim flu tahun ini masih bisa digunakan.

Seperti obat-obatan lainnya, vaksin dapat menimbulkan efek samping seperti rasa sakit dan kemerahan di area tubuh yang disuntik. Efek samping lainnya adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, dan mual.

“Beberapa efek samping ini relatif ringan dan dapat hilang dengan sendirinya. Dalam kasus yang langka, seseorang mungkin terkena demam tinggi atau mengalami alergi berat (seperti sulit bernapas dan bengkak di area mata). Jika itu terjadi, bantuan medis harus segera diberikan,” kata MOH dan HSA.

Semua vaksin yang masuk ke Singapura telah dievaluasi oleh HSA untuk memastikan standar internasional di bidang kualitas, keamanan, dan efektivitas. (ATN)

Tags: SingapuraVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.