• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Soal Hong Kong, Jepang Memilih Netral

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PM Jepang Shinzo Abe Serukan Negara-Negara Dunia Dukung WHO

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Jepang memilih netral dan tidak bergabung dengan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara-negara lainnya yang melontarkan kritik kepada China terkait penerapan UU Keamanan Nasional yang baru di Hong Kong.

Diwartakan Kyodo News, Minggu (7/6/2020), Tokyo memutuskan untuk tidak ikut meneken pernyataan bersama mengenai UU Keamanan Nasional yang ditandatangani oleh AS, Inggris, Kanada, dan Australia. Pernyataan bersama itu dikeluarkan pada akhir Mei 2020.

Jepang disebut tengah berupaya memperbaiki hubungan diplomatiknya dengan China.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Presiden China Xi Jinping sebenarnya berencana berkunjung ke Jepang pada Mei 2020, tapi agenda itu batal. Jika terealisasi, agenda tersebut bakal menjadi kunjungan resmi pertama Presiden China ke Jepang dalam 10 tahun terakhir.

Posisi Jepang tengah terjepit di antara konflik AS-China. AS merupakan sekutu militer Jepang satu-satunya, sedangkan China adalah mitra dagang terbesar Negeri Sakura.

Di tengah pandemi Covid-19 dan dinamisnya situasi geopolitik global saat ini, Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe harus ekstra hati-hati mengambil langkah.

Pasalnya, dia sedang berusaha membangkitkan kembali ekonomi Jepang, yang diproyeksi ekonom akan terkontraksi nyaris 22 persen pada kuartal ini, yang terdalam sejak 1955.

“Jika Abe tak bisa mempertahankan hubungan dengan China, maka itu akan berpengaruh sangat besar terhadapnya di dalam dan luar negeri,” ujar peneliti di China Institute of International Studies, yang juga eks diplomat China untuk Jepang, Shi Yongming melansir Bloomberg, Selasa (2/6).

Adapun pernyataan bersama tersebut menyatakan bahwa rencana Beijing menerapkan UU Keamanan Nasional di Hong Kong dapat melanggar komitmen internasional China.

“Keputusan China untuk memberlakukan UU Keamanan Nasional yang baru di Hong Kong berhadapan langsung dengan kewajiban internasional terkait Sino-British Joint Declaration (Deklarasi Bersama Sino-Inggris) yang mengikat dan terdaftar di PBB,” demikian isi pernyataan tersebut seperti dilansir dari Al Jazeera. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaHong KongInggrisJepangKanadaShinzo AbeTokyo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.