• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Studi: Keanekaragaman Hayati Padang Rumput Bantu Kendalikan Penyakit Tanaman

by Redaksi Asiatoday
January 9, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Studi: Keanekaragaman Hayati Padang Rumput Bantu Kendalikan Penyakit Tanaman

Kawasan padang rumput yang dipulihkan di tepi Sungai Kuning di wilayah Maqu, Prefektur Otonom Etnis Tibet Gannan di Provinsi Gansu, China barat laut. Foto Xinhua

ASIATODAY.ID, LANZHOU – Para peneliti di Universitas Lanzhou China baru-baru ini mengonfirmasi pentingnya efek dilusi yang bergantung pada skala spasial keanekaragaman hayati pada penyakit tanaman di padang rumput.

Studi baru tersebut mengungkapkan bahwa skala spasial memainkan peran penting dalam memprediksi penyakit tanaman menular, kata Liu Xiang, seorang peneliti dari Fakultas Ekologi Universitas Lanzhou yang menjadi pemimpin studi tersebut, dikutip Xinhua.

Dengan latar belakang hilangnya keanekaragaman hayati secara cepat, penting secara teoretis dan praktis untuk lebih memahami hubungan antara keanekaragaman hayati dan penyakit tanaman menular.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Tim studi tersebut menguji bagaimana skala spasial memengaruhi arah dan besarnya hubungan keanekaragaman hayati-penyakit.

Para peneliti menggunakan eksperimen penambahan nitrogen jangka panjang yang dilakukan di sebuah padang rumput pegunungan di Provinsi Gansu, China barat laut, dan menguji bagaimana area sampel dipengaruhi oleh hubungan antara kekayaan spesies tanaman dan tingkat keparahan penyakit jamur daun.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa efek dilusi lebih mudah diamati di area kecil.

“Studi ini dapat membantu menjelaskan variasi yang diamati dalam hubungan keanekaragaman hayati-penyakit di padang rumput,” papar Liu.

“Oleh karena itu, informasi spasial tersebut harus dihargai dalam kerangka ini untuk memprediksi penyakit menular di bawah skenario hilangnya keanekaragaman hayati secara cepat,” imbuh Liu.

Hasil studi itu telah dipublikasikan di jurnal Ecology. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BiodiversityKeanekaragaman Hayati
No Result
View All Result

Terbaru

  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.