• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Ledek Tentara China yang Menangis Saat Dikirim ke Perbatasan India

by Redaksi Asiatoday
September 26, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Taiwan Ledek Tentara China yang Menangis Saat Dikirim ke Perbatasan India

Tentara China menangis. Foto: india.com

ASIATODAY.ID, BEIJING – Tentara China menjadi bahan ledekan di Taiwan.

Ini terjadi setelah sebuah video yang sedang viral di media sosial memperlihatkan beberapa tentara China menangis ketika dalam perjalanan ke wilayah perbatasan yang disengketakan dengan India. Video itu memicu ledekan dari media Taiwan dengan narasi bahwa para tentara Beijing seolah-olah takut berperang.

Para personel Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sedang diangkut dengan bus sambil menyanyikan lagu patriotik China “Bunga Hijau di Angkatan Darat”. Semua tentara terlihat emosional, beberapa dari mereka menangis secara terbuka.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Beijing mengirim pasukan ke area perbatasan China-India di Ladakh setelah pada 15 Juni lalu pasukan kedua negara terlibat bentrok mematikan di Lembah Sungai Galwan yang diperebutkan. Sekitar 20 tentara India tewas, sedangkan pihak China tidak mengonfirmasi perihal jumlah tentaranya yang tewas atau pun luka.

Taiwan News dan Liberty Times, surat kabar anti-Beijing di Taiwan, melaporkan adegan para tentara China yang menangis di dekat perbatasan India tersebut.

“Ketika ketegangan terus membara di perbatasan China-India, sebuah video muncul pada hari Minggu (20/9/2020) yang menunjukkan tentara PLA menangis saat mereka dikerahkan ke perbatasan,” tulis Taiwan News.

“Dalam video tersebut, para tentara terlihat menangis histeris saat mereka berjuang untuk menyanyikan lirik lagu PLA ‘Bunga Hijau di Angkatan Darat’,” lanjut surat kabar tersebut.

Publikasi tersebut mengklaim bahwa pasukan tersebut adalah mahasiswa yang lima di antaranya secara proaktif dan secara sukarela mengabdi di Tibet.

Tibet, yang memiliki gerakan separatisnya sendiri, berada di sebelah wilayah Ladakh tempat kekerasan mematikan terjadi pada bulan Juni.

Zaid Hamid, seorang komedian Pakistan, mem-posting ulang video tersebut dengan komentar; “Kami Pakistan mendukung Anda, China. Tetap Berani”.

Namun menurut Taiwan News, komentar komedian itu sebenarnya mengolok-olok tentara muda China tersebut. Beberapa pengguna media sosial di India pun mengunggah video tersebut untuk bahan ejekan.

Namun Global Times, sebuah surat kabar Partai Komunis China, menolak laporan media Taiwan.

“Pada saat itu, mereka mengucapkan selamat tinggal kepada orang tua mereka dan menyanyikan lagu militer terkenal ‘Bunga Hijau di Angkatan Darat’, dan mereka menyanyikan ‘Pulanglah saat kamu merayakan pekerjaanmu’, benar-benar bertentangan dengan suasana hati yang dibuat oleh media Taiwan,” tulis Global Times dalam laporannya yang dikutip express.co.uk, Kamis (24/9/2020).

Global Times menambahkan media Taiwan telah mencoba menggunakan semua jenis petunjuk eksplisit untuk membentuk citra pejuang PLA yang takut perang.

Beijing menolak untuk mengakui kemerdekaan politik Taiwan, yang dianggapnya sebagai bagian integral dari China.

China dan India, yang berperang singkat pada tahun 1962, memiliki sejumlah sengketa perbatasan.

Beijing juga berselisih dengan lima tetangganya atas klaim teritorialnya di Laut China Selatan, jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Amerika Serikat, yang menolak untuk mengakui klaim China di Laut China Selatan, sering mengirimkan kapal perang dengan patroli kebebasan navigasi melalui perairan tersebut. (ATN)

Tags: ChinaChina-IndiaTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.