ASIATODAY.ID, LONDON – Inggris kian menegaskan posisinya sebagai pemimpin global dalam gerakan hijau.
Sebuah inovasi tengah dipersiapkan oleh negeri Ratu Elizabeth II itu dalam mewujudkan Green avtur. Rencananya, Inggris akan memproduksi bahan bakar pesawat dari Tinja dan limbah rumah tangga.
Inovasi ini sebagai upaya untuk menekan polusi udara.
Seperti diketahui, aktivitas penerbangan yang padat terutama saat sebelum pandemi, menjadi penyumbang polusi udara hingga berakibat pada pemanasan global.
Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana mendorong maskapai penerbangan di Inggris untuk menggunakan 10 persen bahan bakar ramah lingkungan di pesawat pada 2030 mendatang.
Menyitat gov.uk dan NZ Herald, Jumat (30/7/2021), salah satunya adalah bahan bakar yang terbuat dari kotoran manusia.
Dengan bahan bakar tersebut, di masa depan penumpang pesawat dapat keliling dunia menggunakan tinja manusia. Inovasi terbaru ini akan diuji coba pertama kali oleh penduduk Inggris.
Shap bahkan menyebutkan ingin mengajak semua maskapai penerbangan di dunia untuk mengubah bahan bakar armadanya menggunakan kotoran manusia. Ia berharap gebrakan ini terwujud sebelum perubahan lingkungan meningkat menjadi 75 persen pada 2050.
Bukan hanya tinja, pemerintah Inggris juga berencana membuat bahan bakar pesawat dari limbah rumah tangga seperti minyak goreng. Inovasi ini diprediksi dapat menghemat 23 megaton karbon pada 2050 mendatang.
Jumlah tersebut setara dengan setengah juta penerbangan dari Inggris ke Tenerife di Spanyol, per tahun. Kalau rencana tersebut terwujud, bahan bakar baru ini dapat menghasilkan 11.000 pekerjaan ramah lingkungan di Inggris pada 2050.
Proyek ini diperkirkan membutuhkan bujet sekitar USD29,6 juta atau setara Rp428 miliar, demi mengubah limbah rumah tangga seperti kotoran manusia menjadi bahan bakar pesawat. Pemerintah Inggris telah memilih delapan perusahaan untuk mewujudkan inovasi itu.
Inovasi penggunaan bahan ramah lingkungan terus dikembangkan. Sejumlah maskapai penerbangan, seperti di Jepang, sudah mulai beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Dikutip dari lama Japan Today, beberapa maskapai penerbangan Jepang telah bergabung dengan sekolompok negara untuk mencapai netralitas karbon pada 2050.
Mereka berusaha menyusul negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat yang sudah menempatkan biofuel dari bahan-bahan seperti minyak goreng bekas untuk penggunaan bahan bakar pesawat komersial.
Sebelumnya, produsen pesawat besar Airbus SAS telah meluncurkan konsep untuk pesawat tanpa emisi bertenaga hidrogen yang diharapkan akan mulai beroperasi pada 2035. Bahan bakar ini juga dipandang sebagai sumber alternatif untuk menerbangkan pesawat.
Perusahaan Jepang Kawasaki Heavy Industries Ltd juga mengumumkan rencana untuk memasuki bisnis pesawat bertenaga hidrogen. Tujuannya untuk bisa memimpin dalam teknologi inti untuk mesin hidrogen dan tangki bahan bakar hidrogen cair. (ATN)
