• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Terlibat Kasus Kriminal, Wakil PM Inggris Dominic Raab Mengundurkan Diri

by Redaksi Asiatoday
April 22, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris Desak PBB Atasi Pelanggaran HAM di Myanmar, China, Belarusia dan Rusia

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Wakil Perdana Menteri (PM) Inggris sekaligus Menteri Kehakiman Dominic Raab mengundurkan diri pada Jumat 21 April 2023, karena diduga terlibat kasus kriminal.

Ia tengah menghadapi penyelidikan independen atas pengaduan formal tentang bullying atau intimidasi terhadap stafnya.

Dalam sepucuk surat kepada Perdana Menteri Rishi Sunak yang dipublikasikan di Twitter, Raab mengatakan penyelidikan tersebut telah menjadi preseden yang berbahaya. Kendati demikian, dia menyatakan akan tetap mendukung pemerintahan Sunak.

RelatedPosts

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

“Saya menyerukan penyelidikan dan berjanji untuk mengundurkan diri, jika ada temuan intimidasi apa pun. Saya yakin penting untuk menepati janji,” kata Raab.

“Dengan menetapkan ambang batas intimidasi yang sangat rendah, penyelidikan ini telah menjadi preseden yang berbahaya. Ini akan mendorong pengaduan palsu terhadap Menteri, dan berdampak buruk pada mereka yang mendorong perubahan atas nama pemerintah Anda – dan pada akhirnya Inggris rakyat,” tambahnya.

Pengunduran diri Raab berarti menteri senior ketiga telah pergi karena perilaku pribadi mereka sejak Sunak memasuki Downing Street pada Oktober menjanjikan pemerintahan yang berintegritas.

Temuan penyelidikan independen oleh Adam Tolley telah disampaikan kepada PM Sunak pada Kamis pagi, tetapi hasilnya awalnya belum terungkap.

Raab dituduh sebabkan staf menangis hingga sebabkan krisis kesehatan mental.

Raab telah diselidiki sejak November atas delapan keluhan resmi tentang perilakunya sebagai menteri luar negeri, sekretaris Brexit, dan sebagai menteri kehakiman.

Sunak memerintahkan Tolley untuk meluncurkan penyelidikan setelah laporan dari sejumlah pegawai negeri yang tidak disebutkan namanya, menggambarkan perilaku Raab sebagai intimidasi.

Raab dituduh menyebabkan staf menangis atau muntah sebelum rapat. Menteri itu juga dituduh melempar tomat Pret-A-Manger ke seberang ruangan karena “marah” – klaim yang dia bantah.

Pemimpin pegawai sipil FDA, Dave Penman, mengatakan beberapa staf yang bekerja dengan menteri senior Tory itu telah menderita “krisis kesehatan mental” dan terpaksa berhenti dan menurunkan pekerjaan karena bekerja dengannya terlalu sulit.

Tolley dikatakan “teliti” dalam menangani penyelidikan, setelah mewawancarai Raab beberapa kali dan berbicara dengan atau mengambil bukti tertulis dari sejumlah tokoh senior lainnya.

Sempat diminta mundur

Sebelumnya,  Dominic Raab sempat menghadapi tekanan baru untuk mundur setelah laporan dia enggan pulang dari liburan mewahnya di Kreta untuk menangani krisis Afghanistan, dan meminta tinggal di sana selama dua hari lagi.

Dominic Raab dilaporkan media Inggris dia telah diberitahu oleh seorang pejabat senior Downing Street untuk segera kembali ke London pada Jumat, 13 Agustus 2021 ketika Taliban maju ke Kabul. Dia dikabarkan menghubungi Perdana Menteri Boris Johnson dan Johnson mengatakan pada Raab dapat tetap berada di liburan pantai bintang lima sampai hari Minggu dan kembali pada Senin pagi, menurut Sky News, 22 Agustus 2021.

“Ini membuat Dominic Raab tidak mungkin tetap menjabat,” cuit Twitter pemimpin Scottish National Party Westminster, Ian Blackford, dilaporkan The Sunday Times dan Mail on Sunday, menanggapi laporan itu.

“Dia harus dipecat oleh Boris Johnson malam ini. Ini tidak bisa dimaafkan,” katanya.

Menteri dalam negeri bayangan Partai Buruh Nick Thomas-Symonds juga menulis di Twitter, “Ini memalukan. Kekosongan kepemimpinan di jantung pemerintahan.”

“Dia dengan sadar tetap berlibur dalam cengkeraman krisis internasional ketika pasukan kita mempertaruhkan nyawa mereka, tidak dapat dimaafkan,” cuit Nick Thomas-Symonds.

Partai Buruh, Demokrat Liberal dan SNP semuanya menuntut Menteri Luar Negeri mundur dari jabatannya karena tidak menghubungi Menteri Luar Negeri Afghanistan Hanif Atmar, dan malah menghabiskan liburan, ITV melaporkan. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Inggris
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.