• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Terobosan Erick Thohir Merger Semua Bank BUMN Syariah di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
July 4, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Rp210 Triliun Pendapatan BUMN Indonesia, 76 Persen Dihasilkan 15 Perusahaan

Menteri BUMN, Erick Thohir. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah terobosan datang dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Pasalnya, Erick berencana menggabungkan atau merger seluruh bank BUMN syariah di Indonesia dan mulai tahun depan sudah berjalan.

“Kita coba merger Insya Allah Februari tahun depan jadi satu bank, Bank Syariah Mandiri, BNI,” jelas Erick dalam webinar, Kamis malam (2/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Erick menjelaskan rencana penggabungan perbankan syariah ini bisa menjadi sumber pendanaan yang terpercaya serta menghadirkan aset yang lebih besar.

Selain itu, Erick juga berencana menggabungkan dana pensiun perusahaan-perusahaan BUMN agar dikelola oleh satu pihak saja. Sebab kebanyakan dana pensiun dikelola yayasan atau pendiri perusahaan.

Awalnya akan ada tiga hingga empat dana pensiun yang digabungkan. Namun pelan-pelan akan digabungkan secara menyeluruh.

“Dana pensiun juga bisa jadi kekuatan tersendiri kalau dikumpulin berapaan ratus triliun,” jelas Erick.  

Adapun dari keempat anggota himpunan bank milik negara (himbara), tiga di antaranya memiliki anak usaha syariah berstatus bank umum syariah (BUS). Sisanya, yakni BTN mengembangkan perbankan syariah melalui unit usaha syariah (UUS).

Dari ketiga BUS Himbara, aset terbesar dimiliki oleh PT Bank Syariah Mandiri, kemudian diikuti PT Bank BNI Syariah dan Pt Bank BRI Syariah Tbk.

Pertama, PT Bank Syariah Mandiri membukukan aset senilai Rp114,75 triliun pada kuartal I/2020 atau naik 16,43 persen dari Maret 2019 yang sebesar Rp98,55 triliun. Mandiri Syariah juga membukukan laba bersih senilai Rp368 miliar atau naik 51,53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hingga Maret 2020, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Mandiri Syariah mencapai 16,94 persen dari Rp87,16 triliun per Maret 2019 menjadi Rp101,92 triliun pada Maret 2020. Hingga Maret 2020, Mandiri Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp75,70 triliun, tumbuh 9,14 persen dari Maret 2019 yang sebesar Rp69,36 triliun.

Kedua, PT Bank BNI Syariah membukukan aset pada kuartal I/2020 senilai Rp51,12 triliun atau tumbuh 16,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada periode tersebut, BNI Syariah juga membukukan laba bersih senilai Rp214 miiar pada kuartal I/2020, atau naik 58,1 persen (yoy).

Dana pihak ketiga (DPK) menjadi kontributor pertumbuhan tersebut, yaitu meningkat 16,6 persen (yoy) menjadi Rp44,85 triliun pada kuartal I/2020. Sementara itu, pembiayaan perseroan mengalami pertumbuhan 9,8 persen (yoy), dari Rp29,44 triliun pada kuartal I/2019 menjadi Rp32,32 triliun pada kuartal I/2020.

Ketiga, PT Bank BRI Syariah Tbk. membukukan aset senilai Rp42,2 triliun pada kuartal I/2020 atau naik 9,51 persen (yoy). Perseroan juga membukukan laba bersih senilai Rp75,15 miliar pada kuartal I/2020, naik sebesar 150% (yoy).

Pada kuartal I/2020, total pembiayaan yang disalurkan BRI Syariah adalah senilai Rp30,45 triliun dan total dana murah yang berhasil dihimpun menjadi sebesar Rp16,86 triliun.

Keempat, Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan (Persero) Tbk. membukukan aset senilai Rp28,79 triliun atau tumbuh 3,4 persen (yoy). Pada kuartal I/2020, UUS BTN juga memperoleh laba senilai Rp86,55 miliar atau tumbuh 185,77 persen (yoy).

Sementara itu, pada kuartal I/2020, UUS BTN berhasil menghimpun simpanan senilai Rp20,93 triliun atau turun 3,39 persen (yoy) dan menyalurkan pembiayaan senilai Rp23,92 triliun atau naik 6,59 persen (yoy).

Apabila ketiga BUS tersebut melakukan merger, maka total aset perbankan syariah milik Himbara akan menjadi Rp208,07 triliun. Sementara itu, jika digabungkan dengan UUS BTN, total aset akan menjadi Rp236,86 triliun.

Nilai aset ini pun berpotensi lebih tinggi karena penerapan qanun di aceh yang akan mendorong konversi bank umum konvensional menjadi berbasis syariah. (ATN)

Tags: Ekonomi SyariahErick ThohirHolding BUMNKemenBUMN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.