• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tesla Diingatkan tidak Jual Produk Buatan China di India

by Redaksi Asiatoday
October 11, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penjualan Global Tesla Kuartal III Capai 139.300 Unit, 2021 Ekspansi ke India

Mobil listrik Tesla. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Produsen mobil listrik Tesla yang berbasis di Amerika Serikat (AS), diingatkan untuk tidak menjual mobil listrik yang diproduksi dari China di India.

“Saya sudah sampaikan ke Tesla, jangan jual mobil listrik di India yang diproduksi perusahaan di China. Anda (Tesla) harus memproduksi mobil listrik di India, dan juga mengekspor mobil dari India,” kata Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari pada Jumat (8/10/2021).

Tesla sendiri dikabarkan telah menuntut pengurangan bea masuk pada kendaraan listrik (EV) di India. Pemerintah setempat pun menjanjikan untuk menyanggupi hal tersebut.

RelatedPosts

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

“Dukungan apa pun yang Anda (Tesla) inginkan, akan disediakan oleh pemerintah kami,” tambah Gadkari.

Menteri Perhubungan dan Jalan Tol India juga mengaku masih berdialog dengan petinggi Tesla terkait tuntutan perusahaan terkait konsesi pajak.

Bulan lalu, Kementerian Industri India juga meminta Tesla untuk pertama kali mulai memproduksi kendaraan listrik di India sebelum konsesi pajak apa pun dapat dipertimbangkan.

Saat ini, mobil yang diimpor sebagai unit utuh (completely built unit/CBU) menarik bea masuk di India berkisar antara 60-100% tergantung pada ukuran dan biaya mesin, nilai asuransi dan pengangkutan (CIF) dilaporkan dikisaran angka US$40 ribu.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok perusahaan AS telah menyatakan bahwa tarif impor efektif sebesar 110% untuk kendaraan dengan nilai pabean di atas US$40 ribu seperti melarang untuk kendaraan tanpa emisi.

Mereka telah meminta pemerintah India untuk membakukan tarif mobil listrik hingga 40%, terlepas dari nilai pabeannya, dan menarik biaya tambahan kesejahteraan sosial sebesar 10% untuk mobil listrik.

Dikatakan bahwa perubahan ini akan mendorong pengembangan ekosistem EV India dan perusahaan akan melakukan investasi langsung yang signifikan dalam penjualan, layanan, dan infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan listrik. (ATN)

Tags: IndiaIndustri Mobil ListrikTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • ASEAN, Australia Deepen Strategic Partnership with High-Level Dialogue on Indo-Pacific Future
  • Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia
  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.