• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tiga Negara di Asia Turut Jatuhkan Sanksi Ekonomi kepada Rusia

by Redaksi Asiatoday
March 1, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rusia Dicoret dari SWIFT, Sistem Transaksi Global Perbankan Diputus

SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication). Illustration

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tiga negara di Asia turut menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia. Negara Asia tersebut diantaranya Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Sanksi tersebut sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Sebelumnya, Uni Eropa sepakat untuk memberikan sanksi ekonomi salah satunya dengan mengeluarkan Rusia dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT).

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Sanksi SWIFT dapat melumpuhkan kemampuan Rusia untuk berdagang dengan sebagian besar dunia. SWIFT menghubungkan 11.000 institusi finansial di seluruh dunia.

Melansir dari Al-Jazeera, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan Jepang diminta untuk bergabung dalam tindakan memblokir Rusia dari SWIFT oleh negara-negara Barat dan bekerja dengan mereka untuk membuat tindakan tersebut efektif.

Negara-negara Barat yang tergabung dalam Group of Seven (G7) telah meminta Jepang untuk ikut ambil bagian dalam memberikan sanksi terhadap Rusia.

Matsuno mengatakan Jepang akan terus bekerja sama dengan negara lain, termasuk G7, tetapi menolak berkomentar ketika ditanya tentang sanksi terhadap bank sentral Rusia.

Negara tetangga Jepang, Korea Selatan juga ikut memberikan sanksi dengan pelarangan ekspor barang-barang strategis ke Rusia.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan bahwa Seoul pun bergabung dengan negara Barat untuk memblokir bank Rusia dari SWIFT.

Sama halnya dengan Korea Selatan, Singapura akan memberlakukan kontrol ekspor pada barang-barang yang dapat digunakan sebagai senjata untuk melukai atau menaklukkan orang di Ukraina.

“Singapura bermaksud untuk bertindak bersama dengan banyak negara lain yang berpikiran sama untuk menjatuhkan sanksi dan pembatasan yang sesuai terhadap Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Senin (28/2/2022).

Selain negara di Asia tersebut, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada sudah lebih dahulu mengumumkan keputusannya terhadap Rusia tersebut. (ATN)

Tags: Krisis UkrainaRusiaSWIFT
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.