• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Timnas Jerman Protes Pelanggaran HAM di Qatar

by Redaksi Asiatoday
March 26, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Timnas Jerman Protes Pelanggaran HAM di Qatar

Aksi protes Timnas Jerman atas Pelanggaran HAM di Qatar. Eurosport

ASIATODAY.ID, BERLIN – Jerman bergabung dengan Norwegia untuk memprotes rekor Hak Asasi Manusia (HAM) di Qatar.

Aksi protes dilakukan dengan mengenakan kaos bertuliskan Human Rights menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Die Mannschaft melawan Islandia, Kamis (25/3/2021) malam waktu setempat.

Kemarin FIFA menyatakan, tak akan menjatuhkan sanksi atas aksi Norwegia mengenakan kaos bertuliskan hak asasi manusia untuk memprotes tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“FIFA meyakini pada kebebasan berpendapat, dan kekuatan sepakbola untuk kebaikan. Tak ada sanksi disiplin yang akan dilakukan FIFA terkait hal ini,” demikian pernyataan organisasi sepakbola dunia tersebut, dikutip dari eurosport, Jumat (26/3/2021).

Komite organisasi Piala Dunia Qatar belum merespons sikap protes Norwegia dan Jerman tersebut.

Aksi protes ini terkait laporan investigasi media Inggris The Guardian yang melaporkan sebanyak 6.500 pekerja migran di Qatar tewas setelah negara itu ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia pada 2010 lalu.

Namun yang memicu protes adalah pernyataan Pemerintah Qatar yang mengatakan, jumlah kematian pekerja asing pada kurun waktu 2011-2019 itu sangat sedikit (very small percentage) dibandingkan 1,4 juta pekerja migran yang berada di negara itu.

Pemerintah Qatar bahkan mengatakan, “tingkat kematian di antara komunitas-komunitas ini berada dalam kisaran yang diharapkan untuk ukuran dan demografi penduduk.”

Mereka juga menyatakan, telah melakukan sejumlah upaya meningkatkan kesehatan dan keamanan pekerja asing dalam dua dekade terakhir. Mereka juga menjatuhkan telah hukuman kepada pengusaha yang melanggar standar keamanan pekerjanya. (ATN)

Tags: Human RightsJermanQatar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.