• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Tokoh Poligami Angola Tutup Usia, Tinggalkan 42 Istri dan 156 Anak

by Redaksi Asiatoday
April 25, 2020
in CULTURE
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tokoh Poligami Angola Tutup Usia, Tinggalkan 42 Istri dan 156 Anak

Mendiang Francisco Tchikuteny Sabalo bersama anak-anak dan istrinya. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tokoh Poligami Angola, Francisco Tchikuteny Sabalo, tutup pada Selasa (14/4/2020) lalu. Pria yang dikenal dengan julukan “Pai Grande” atau “Big Dad” itu meninggalkan 42 istri, 156 anak dan 250 cucu.

Proses pemakamannya yang dilakukan pada Minggu (19/4/2020) menarik perhatian ribuan orang yang datang untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepadanya.

Para pelayat Sabalo saling berpelukan, menangis, bernyanyi, dan berdiri berdekatan kendati ada seruan untuk menjaga jarak dan larangan melakukan pertemuan lebih dari 50 orang dari presiden, atas respons pandemi Covid-19.

RelatedPosts

US Returns Ancient Indonesian Buddhist Statues After Decades, Marking Historic Cultural Repatriation

Indonesia and India Join Forces to Preserve UNESCO World Heritage Prambanan Temple

Modi to Launch Prambanan Restoration, Strengthening India–Indonesia Cultural Ties

Melansir VOA News, Sabalo yang berusia 70 tahunan itu meninggal karena kanker prostat. Dia telah mengupayakan pengobatannya di Luanda dan beberapa tempat lain. Akan tetapi pada akhirnya dia memutuskan kembali ke kediamannya.

“Jika Tuhan memanggilnya, setidaknya dia meninggal didampingi istri dan anak-anaknya,” kata seorang putranya bernama Lumbaneny Sabalo.

Sabalo merupakan orang yang menghargai keluarga dan pendidikan. Dia juga seorang jemaat gereja aktif di New Ecclesiastic Order of Angola. Dia dimakamkan di tempat pemakaman terdekat yang didedikasikan untuk keluarganya.

Keluarga itu termasuk 42 istri saat ini, 7 yang lainnya telah meninggalkan keluarga sebelumnya. Kendati hukum di Angola melarang poligami, tetapi prakteknya marak dilakukan masyarakat Kristen di negara tersebut.

Istri pertamanya, Eva Domingos Bartolomeu mengatakan bahwa dirinya berharap keluarga itu akan tetap bersatu, sesuai dengan keinginan Sabalo.

“Aku akan melakukan apa saja untuk memberi makan anak-anak supaya tetap sehat,” katanya.

Keluarga besar itu hidup bergantung pada hasil pertanian seperti tanaman tomat, kol, bawang, paprika, dan jagung. Mereka juga beternak domba, kambing, dan sapi yang hasilnya dijual di pasar.

Pada 2015, Sabalo mengatakan bahwa dia sangat menghargai pendidikan dan telah menghabiskan lebih dari USD1.500 per tahun untuk perlengkapan sekolah anak-anaknya. Dia menyatakan sangat ingin melihat beberapa anaknya terjun ke dunia sains dan teknologi.

Dilaporkan VOA bahwa tiga anak perempuannya saat ini sedang mempelajari ilmu kedokteran dan dua orang putranya sedang belajar ilmu komputer di tingkat sekolah menengah. (ATN)

Tags: AngolaAsia AfrikaFrancisco Tchikuteny SabaloPoligami
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.