• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Ubah Sampah Jadi Energi, Mataram Bisa Jadi Referensi Inovasi di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
March 10, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Power Mulai Terapkan Penggunaan Energi Hijau di Bali 

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW) di Desa Taman Ayu, Lombok Barat. Ist

ASIATODAY.ID, MATARAM – Inovasi teknologi yang diterapkan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mengubah sampah menjadi energi dengan teknologi RDF (refused-derived fuel) patut dijadikan referensi di Indonesia.

“Kita sangat mengapresiasi inovasi ini.
Inovasi teknologi RDF ini mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar dengan teknik pelet,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang didampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat mengunjungi TPA Regional Kebon Kongok di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (8/3/2020).

Proses kerja teknologi RDF ini, sampah diubah jadi briket dan menjadi substitusi batu bara sebagai bahan bakar ramah lingkungan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Alat pengolah sampah ini sebagian dikembangkan Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

Pemerintah Provinsi NTB pun telah bekerja sama dengan PT PLN dan PT Indonesia Power untuk merealisasikan proyek pengolahan sampah tersebut.

Proyek ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai sumber bahan baku sampah lewat program Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS). Selain lingkungan menjadi bersih dari sampah, program ini bertujuan memutar ekonomi melalui skema circular economy.

Kapasitas pengolahan sampah mencapai 30 ton per hari dan akan terus ditingkatkan mencapai 300 ton. Siti berharap teknologi ini dapat mengatasi permasalahan sampah di NTB, khususnya di Mataram, Lombok.

“Ini pedesaan tapi teknologinya canggih. Segera juga didaftarkan hak patennya ke kantor Kementerian Hukum dan HAM, kalau emisi karbonnya nanti daftar di KLHK. Dengan demikian apa yang menjadi hak cipta, apa yang sesungguhnya milik mataram, milik NTB betul-betul adalah milik NTB,” imbuhnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Energi Baru TerbarukanEnergi HijauIndustri Pengolahan SampahKemenlhkPembangkit Listrik Ramah LingkunganPLN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.