• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

UNESCO Tetapkan Masjid di Pantai Gading Sebagai World Heritage

by Redaksi Asiatoday
July 29, 2021
in CULTURE
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UNESCO Tetapkan Masjid di Pantai Gading Sebagai World Heritage

Masjid bergaya Sudan di Pantai Gading utara ditetapkan sebagai Warisan Dunia (World Heritage) UNESCO. Dok Afrika Heritage

ASIATODAY.ID, YAMOUSSOUKRO – Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO menetapkan masjid-masjid bergaya Sudan di Pantai Gading utara ke dalam Daftar Warisan Dunia (World Heritage), pada Selasa (27/7/2021).

Penetapan itu diumumkan selama sesi sidang ke-44 dari Komite Warisan Dunia yang saat ini tengah berlangsung.

Masjid tersebut menjadi properti Afrika pertama yang tertulis dalam daftar bergengsi ini selama pertemuan komite tahun ini.

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

Sebagaimana dilaporkan China.org, Kamis (29/7/2021), properti bersambungan itu mencakup delapan masjid kecil dari batako dan lumpur.

Menurut UNESCO, arsitektur gaya khas Sudan dari masjid-masjid di negara Afrika Barat itu menyerupai masjid yang berasal dari sekitar abad ke-14 yang berdiri di kota Djenne di Mali tengah.

Masjid-masjid bergaya Sudan itu menyajikan kesaksian yang sangat penting tentang perdagangan trans-Sahara yang memfasilitasi perluasan Islam dan budaya Islam. Masjid-masjid tersebut juga mencerminkan perpaduan dari bentuk arsitektur Islam dan lokal dalam gaya yang sangat khas, yang bertahan dari waktu ke waktu.

Sebelum pertemuan, Dewan Internasional untuk Monumen dan Situs, badan penasihat resmi komite, merekomendasikan agar komite menunda pemeriksaan dari nominasi tersebut untuk diajukan kembali.

Namun Komite Warisan Dunia menganggap bahwa properti yang dinominasikan memiliki nilai universal yang luar biasa dan memenuhi persyaratan dasar untuk prasasti mengenai keaslian, integritas, perlindungan, dan pengelolaannya.

Banyak Negara Pihak komite, termasuk China, berpendapat bahwa Afrika kurang terwakili dalam Daftar Warisan Dunia dan mendukung prasasti properti Afrika. Komite akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan properti tersebut sebagai situs budaya dunia dalam Daftar Warisan Dunia.

China adalah salah satu penandatangan bersama dari amandemen rancangan keputusan yang mendukung pendaftaran properti tersebut.

Sesi ke-44 Komite Warisan Dunia diadakan secara online dan diketuai dari Fuzhou, Provinsi Fujian di China timur. Pertemuan daring ini akan berlangsung hingga 31 Juli 2021. (ATN)

Tags: Pantai GadingUNESCOWorld Heritage
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.