• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

UNHCR Catat Lebih dari 3.000 Imigran Hilang di Laut Sepanjang 2021

by Redaksi Asiatoday
April 30, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
UNHCR Catat Lebih dari 3.000 Imigran Hilang di Laut Sepanjang 2021

Evakuasi imigran dari Laut Mediterania. Dok UNHCR

ASIATODAY.ID, JENEWA – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan pengungsi UNHCR pada Jumat, 29 April 2022 merilis lebih dari 3.000 orang tewas atau hilang di Laut Mediterania dan Samudra Atlantik saat berusaha mencapai benua Eropa sepanjang tahun 2021.

Angka tersebut dua kali lipat lebih tinggi dibanding 2020.

UNHCR mendesak adanya langkah urgen untuk menangani lonjakan kematian di kalangan pengungsi, pencari suaka, dan tipe imigran lainnya yang berusaha mencapai Eropa.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Tahun lalu, total 3.077 orang dinyatakan hilang saat berusaha menyeberang ke Eropa melalui rute Mediterania dan Atlanik. Pada 2020, angkanya mencapai 1.544.

“Sejak awal tahun (2021), tambahan 478 orang telah tewas atau hilang di laut,” kata juru bicara UNHCR Shabia Mantoo kepada awak media di Jenewa, Swiss.

Laporan UNHCR menunjukkan bahwa pada 2021, sebanyak 1.924 orang dilaporkan tewas atau hilang di rute Mediterania Tengah dan Barat. Sementara 1.153 imigran lainnya dinyatakan tewas atau hilang di rute maritim Afrika Utara dalam perjalanan menuju Kepulauan Canary.

“Sebagian besar perlintasan laut ini dilakukan dengan perahu karet yang tidak layak dan kelebihan muatan. Banyak dari perahu itu tenggelam sehingga berujung pada kematian,” kata Mantoo.

UNHCR juga mengingatkan bahwa rute darat pun sama-sama “berbahaya.” Bahkan, lanjut Mantoo, angka kematian mungkin lebih tinggi lagi di kalangan imigran yang berusaha mencapai Eropa melalui Gurun Sahara atau area-area terpencil lainnya. (ATN)

Tags: ImigranUNHCR
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.