• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Uni Eropa Serukan Kesepakatan Global Lindungi Keanekaragaman Hayati

by Redaksi Asiatoday
January 26, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Uni Eropa Serukan Kesepakatan Global Lindungi Keanekaragaman Hayati

Presiden Komisi Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Komisi Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen menyerukan kepada komunitas internasional pentingnya kesepakatan global untuk melindungi keanekaragaman hayati dengan skala dan ambisi yang sama dengan pakta iklim Perjanjian Paris.

Berbicara melalui konferensi video di Forum Ekonomi Dunia (WEF), Selasa (26/1/2021), von der Leyen mengatakan UE akan melobi untuk kesepakatan seperti itu pada KTT keanekaragaman hayati PBB COP-15 yang rencananya digelar di Kunming, China pada akhir tahun ini.

“Ini harus seperti COP21 untuk iklim, karena kita membutuhkan kesepakatan gaya Paris untuk keanekaragaman hayati,” katanya.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

KTT Kunming ditunda tahun lalu karena pandemi virus corona, dan pemerintah dunia fokus untuk memerangi wabah tersebut serta memulai kembali menata ekonomi mereka.

Namun von der Leyen, yang juga seorang dokter sebelum menjadi politisi Jerman, mengatakan melindungi beragam spesies dan habitat bisa menjadi kunci untuk melindungi kesehatan manusia.

“Jika kita tidak segera bertindak untuk melindungi alam, pandemi berikutnya akan segera terjadi,” katanya, mengutip anekdot yang menyarankan penggundulan hutan di Afrika telah menggusur kelelawar dan berkontribusi pada wabah Ebola.

“Bagi mereka yang lebih menyukai kasus bisnis, ini dia: Lebih dari setengah dari PDB global bergantung pada keanekaragaman hayati yang berfungsi tinggi dan berjasa bagi ekosistem, dari makanan hingga pariwisata,” katanya.

Forum Ekonomi Dunia adalah pertemuan tahunan para pemimpin politik dan bisnis, yang biasanya diadakan di kawasan resor di Davos, Swiss, tetapi tahun ini diadakan secara online lantaran adanya pandemi.

Von der Leyen memuji komitmen Presiden AS yang baru Joe Biden untuk kembali ke Perjanjian Iklim Paris 2016, yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya Donald Trump.

Dia mengatakan rencana pemulihan ekonomi Komisi Eropa, yang disebut Kesepakatan Hijau, akan meningkatkan pertumbuhan sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi keanekaragaman hayati. (ATN)

Tags: BiodiversityKeanekaragaman HayatiSave EarthUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.