• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Utang Negara Berkembang Pecahkan Rekor, World Bank Ingatkan Potensi Krisis

by Redaksi Asiatoday
December 20, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Utang Negara Berkembang Pecahkan Rekor, World Bank Ingatkan Potensi Krisis

Kota Maputo, Afrika. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Laporan World Bank atau Bank Dunia yang terbaru menyebutkan, gelombang utang negara berkembang mencatat rekor tercepat dan tertinggi dalam lima dekade terakhir sehingga bisa berakhir dengan krisis.

Bank Dunia mengingatkan, jika gelombang itu pecah maka dampaknya akan lebih buruk lagi karena akan menghantam perusahaan-perusahaan swasta selain pemerintah. Pada saat yang sama pertumbuhan ekonomi lamban, menurut laporan terbaru yang mencakup empat lonjakan utang dari tahun 1970 hingga 2018.

“Ukuran, kecepatan, dan luasnya gelombang utang terbaru harus menjadi perhatian kita semua,” kata Presiden Bank Dunia, David Malpass dalam keterangannya yang diterima Jumat (20/12/2019). Karena itu, Bank Dunia menyebutkan sudah waktunya kondisi itu diperbaiki.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengeluarkan peringatan tentang pertumbuhan utang global selama bertahun-tahun, tetapi laporan terakhir lebih tajam. Karena itu lembaga tersebut meningkatkan intensitas seruannya bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah krisis utang.

Direktur Utama IMF Kristalina Georgieva mengatakan, negara-negara berkembang terutama di Afrika perlu mencapai keseimbangan yang tepat antara pengembangan pembiayaan dan tingkat utang yang dapat dikelola.

IMF melaporkan bahwa total utang global naik menjadi US$188 triliun pada akhir 2018 atau setara dengan hampir 230 persen ekonomi dunia.

Laporan Bank Dunia menyoroti lonjakan utang “yang mencolok” di negara-negara baru tumbuh dan berkembang (EMDE). “Utang mereka merupakan yang terbesar, tercepat, dan paling luas dalam 50 tahun terakhir.”

Setelah menurun selama krisis keuangan global 2008, di tengah biaya pinjaman yang sangat rendah dalam delapan tahun sejak 2010, utang negara-negara tersebut naik ke level tertinggi hingga sekitar 170 persen dari PDB atau sekitar US$55 triliun.

Sedangkan sebagian besar pertumbuhan utang terjadi di China (setara dengan lebih dari US$20 triliun), tetapi Beijing juga telah menjadi pemberi pinjaman besar bagi negara-negara berpenghasilan rendah.

Laporan itu juga memperingatkan bahwa gelombang utang saat ini bisa mengikuti pola historis dan berujung pada krisis keuangan di negara-negara berkambang terutama jika suku bunga melonjak atau jika ada goncangan global yang tiba-tiba. (CNA/ATN)

,’;\;\’\’
Tags: AfrikaBank DuniaIMFUtang Luar NegeriWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.