• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Vietnam Lawan China Terkait Larangan Beraktivitas di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
May 9, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bersiap Hadapi Krisis, Vietnam Cadangkan 190.000 Ton Beras  

Negara Vietnam. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Vietnam menolak keputusan unilateral Pemerintah China yang melarang nelayan negara tersebut melakukan aktivitas perikanan di Laut China Selatan.

Sikap penolakan itu disampaikan langsung Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Le Thu Hang dalam pernyataan resmi, Jumat (8/5/2020).

“Kami Vietnam meminta China untuk tidak lagi membuat rumit situasi di Laut China Selatan,” kata Hang, melansir Bloomberg.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Sikap ini memperkuat desakan masyarakat yang telah disuarakan sebelumnya. Nelayan Vietnam meminta agar Pemerintah Vietnam bersikap tegas dan tak mudah tunduk pada keputusan China.

Desakan itu muncul lantaran pada April lalu sebuah kapal China yang ditengarai menenggalamkan sejumlah kapal nelayan Vietnam di perairan Pulau Paracel, Vietnam.

Sengketa terkait Laut China Selatan tak hanya terjadi antara China dengan Vietnam. Negara lain termasuk Indonesia dihadapkan pada konflik yang sama dengan Negeri Panda lantaran klaim perairan Laut China Selatan.

China mengklaim perairan Natuna masih termasuk dalam teritori mereka bila mengacu Nine Dash Line. Padahal, Indonesia dan negara lain di sekitar perairan tersebut meyakini Nine Dash Line bertentangan dengan konvensi laut PBB.

Dalam sebulan terakhir konflik di Indonesia belum tampak lagi dinamikanya. Namun, pekan lalu New York Times sempat melaporkan bahwa sejumlah nelayan di perairan Natuna Selatan kembali mendapat gangguan dari kapal penjaga milik China. (ATN)

Tags: Asia NewsChinaLaut China SelatanUNCLOSVietnam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.